CariPengetahuan-Id

    Social Items


Hai guys, apa kabar kalian semua ? Saya yakin kalian semua baik baik sajakan. Nah kali ini admin akan membahas bab yang paling dasar pada fisika yaitu besaran dan pengkuran yuk tanpa basa basi lagi kita bahas selengkapnya.

Besaran dan satuan

Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur dan dapat dinyatakan dengan bilangan dan satuan.
Satuan adalah sesuatu yang menyatakan ukuran suatu besaran yang diikuti bilangan.
Besaran dalam fisika terbagi menjadi dua:
  • Besaran pokok, yaitu besaran yang satuannya telah ditentukan secara internasional (SI) sebagai dasar besaran lain (turunan).
Tujuh besaran pokok:


  • Besaran turunan, yaitu besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok.Beberapa besaran turunan, yaitu:


Besaran berdasarkan arahnya terdiri dari:
  • Besaran skalar, besaran yang tak punya arah.Contoh: massa (m), panjang (L), waktu (t), kelajuan (v), massa jenis (ρ).
  • Besaran vektor, besaran yang punya arah.Contoh: gaya (F⃗ ), percepatan (a⃗ ), kecepatan (v⃗ ), momentum (p⃗ ).

Pengukuran

Pengukuran adalah membandingkan suatu besaran yang diukur dengan besaran lain.Beberapa perbandingan internasional pada besaran pokok per satuannya:

  • Panjang : Satu meter didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh cahaya dalam vakum, dalam selang waktu 1/299.792.458 s.
  • Massa : Satu kilogram didefinisikan sebagai massa 1 liter air murni bersuhu 4°C.
  • Waktu : Satu detik didefinisikan sebagai waktu yang diperlukan atom cesium-133 untuk bergetar sebanyak 9.192.631.770 kali.
  • Kuat arus listrik : Satu Ampere didefinisikan sebagai kuat arus yang dialirkan melalui dua buah kawat yang sejajar dan diletakkan pada jarak pisah 1 m dalam vakum, menghasilkan gaya 2 x 10-7 N tiap meter kawat.
  • Suhu : Satu Kelvin didefinisikan sebagai 1/273.16 kali suhu termodinamika titik tripel air.
  • Intensitas cahaya : Satu candela didefinisikan sebagai intensitas cahaya suatu sumber cahaya yang memancarkan radiasi monokromatik pada frekuensi 540 x 1012 Hz dengan intensitas radiasi sebesar 1/683 W/Sr.
  • Jumlah zat : Satu mol didefinisikan sebagai jumlah zat yang mengandung zat elementer sebanyak atom yang terdapat pada 0.012 kg karbon-12.Walaupun telah memiliki definisi, pengukuran masih memiliki kesalahan atau ketidakpastian dalam pengukurannya.
Kesalahan pengukuran sistematis diakibatkan:
  1. Keterbatasan ketelitian alat ukur.
  2. Kesalahan pengaturan/kalibrasi alat ukur.
  3. Kesalahan sudut pandang (paralaks) saat membaca alat ukur.
  4. Kesalahan akibat penyederhanaan nilai/sistem.
  5. Pengukuran tunggal sehingga tidak akurat.
Oleh karena itu, kesalahan relatif atau batas suatu toleransi pengukuran harus selalu dicantumkan dalam hasil pengukuran

Alat Untuk Pengukur Panjang

Dalam pengukuran panjang, dapat digunakan:
Penggaris/mistar
Penggaris adalah alat ukur panjang dengan ketelitian 1 mm/0,1 cm



Pengukuran :

x = x2 – x1 atau l = x ± Δx

Jangka sorong
Jangka sorong adalah alat ukur panjang dengan ketelitian 0,1 mm/0,01 cm.


Pengukuran
x = xutama + xnonius atau l = x ± Δx

x utama = 3,1 cm dan x nonius = 0,07 cm
x = 3,17 cm dan l = 3,17 ± 0,005 cm

Panjang pada skala utama (xutama) adalah skala yang terdapat di sebelah kiri titik 0 skala nonius.
Panjang pada skala nonius (xnonius) adalah skala yang berimpit dengan skala utama.

Mikrometer sekrup
Mikrometer sekrup adalah alat ukur panjang dengan ketelitian 0,01 mm/0,001 cm
Panjang pada skala utama (xutama) adalah skala terpanjang yang masih dapat terbaca.
Panjang pada skala nonius (xnonius) adalah skala yang berimpit dengan skala utama.

x = xutama + xnonius dan  l = x ± Δx

Neraca lengan/Ohaus

Neraca lengan adalah alat ukur massa dengan ketelitian 0,01 g.Neraca lengan terdiri dari tempat beban, skala beban, beban geser, sistem pengatur khusus dan penunjuk.Cara pengukuran massa menggunakan neraca lengan:

1) Atur beban geser pada posisi nol dan sistem pengatur khusus, sehingga neraca lengan berada dalam keadaan seimbang. 
2) Letakkan benda yang akan diukur pada tempat beban.
3) Atur beban geser yang ada sehingga neraca seimbang.
4) Jumlahkan seluruh bacaan skala masing masing lengan skala yang merupakan massa benda yang diukur.

Neraca pegas
Neraca pegas adalah alat ukur massa dengan ketelitian 0,5 g.Neraca pegas terdiri dari pegas dan selongsong besi yang ujungnya terdapat pengait.Cara pengukuran massa dengan neraca pegas adalah dengan menggantung benda yang akan diukur pada pengait neraca. Bacaan skala yang ditunjuk oleh penunjuk neracasama dangan massa benda yang diukur.

Stopwatch

Stopwatch analog adalah alat ukur waktu yang memiliki ketelitian 1 s, adapun stopwatch digital dapat memiliki ketelitian yang lebih presisi.Stopwatch analog terdiri dari tombol dan jarum penunjuk.

a. Tombol stopwatch terdiri dari tombol mulai, berhenti dan reset. Tombol reset berfungsi untuk mengembalikan jarum penunjuk ke posisi nol.
b. Jarum jam terdiri dari jarum besar dan jarum kecil. Jarum besar adalah jarum yang menunjukkan menit, sedangkan jarum kecil adalah jarum yang menunjukkan detik.

Cara pengukuran waktu menggunakan stopwatch:
1) Tekan tombol reset lalu lepaskan sehingga jarum penunjuk kembali ke posisi nol.
2) Tekan tombol mulai lalu lepaskan ketika hendak memulai pengukuran.
3) Tekan tombol berhenti lalu lepaskan ketika pengukuran tepat selesai.
4) Hasil akhir adalah penjumlahan bacaan jarum besar (menit) dengan bacaan jarum kecil 
(detik).

Termometer adalah alat untuk pengukur suhu ada bebagai termometer sebenarnya 

Oke sampai disini saja ya, nantikan artikel artikel menarik kami ya. Terimakasih ya sudah membaca artikel ini, sampai jumpa dilain artikel. Happy nice day ≧∇≦

Ayo Belajar Besaran Dan Pengukuran Terlengkap

Cara Mengubah Gambar Bitmap Ke Vector 


Assalamuailkum wr.wb
Salam Pengetahuan.
Postingan Kali ini Admin Akan memberikan tutorial Bagaimana Cara mengubah gambar jpg,png ke format vector.

Sekilas Tentang gambar Bitmap


Gambar Bitmap atau bisa juga disebut rester adalah Kumpulan titik-titik atau pixels yang setiap pixel mempunyai letak Dan warna tersendiri,Dari kumpulan itulah membentuk gambar pada saat diperbesar.

Kekurangan :
  1. Kualitas gambar akan pecah jika saat diperbesar (Zoom). 
  2. Ukuran gambar relatif besar.
  3. Jika gambar yang dicetak berosulasi rendah maka hasilnya akan pecah 
Kelebihan :

  1. Dapat menambahkan efek-efek Khusus 
  2. Warna dan bentuk terlihat alami sehingga terlihat nyata.contohnya ialah photo.
Format bitmap diantaranya :

  • Gif 
  • Jpg /JPEG 
  • Png 
  • Dll 

Sekilas tentang gambar vektor 


merupakan gambar yang dibentuk dari awal dengan membuat dan menggabungkan beberapa objek garis, kurva, dan bidang tertentu menjadi suatu gambar jadi.


Kelebihan :

  1. Bersifat sclable artinya jika kita memperbesar gambar maka gambar tersebut tidak akan pecah.
  2. Ukuran file relatif lebih kecil ketimbang bitmap.
  3. Cocok untuk logo perusahaan.
  4. Cocok untuk diletakan didalam poster yang besar karena gambar tidak akan blur jika diperbesar.
Kekurangan :
  1. Gambar Dan gradasi warna kurang natural sehingga tidak cocok untuk photo
Formati vektor diantaranya :
  • SVG
  • Ai 
  • Pdf 
  • EPS
  • CDR
  • Dll

Perbedaan antara bitmap Dan vektor


Perbedaan bitmap dan vektor

Bagaimana cara convert gambar bitmap ke vektor? 


  1. Buka Link ini https://www.pngtosvg.com/
  2. Upload gambar format png /jpg yang ingin dijadikan gambar vektor "klik generate"
  3. Jika sudah, tunggu beberapa saat.lalu Akan muncul hasil gambar yang sudah terconvert ke format vektor. Untuk mendownload klik "download SVG"
  4. Oh ya sebelum itu sobat juga bisa mengubah warna sesuai keinginan
  5. Selesai

Final results

Sebelum
(BITMAP)
Sesudah

See the Pen
NWPGxpW
by Andri Rahmadani (@andri-rahmadani)
on CodePen.



(gambar tidak akan pecah jika di zoom) 

Akhir kata 


Demikian tutorial kali ini.semoga bermanfaat,dan Baca tutorials Dan pengetahuan menarik lainya disini.


Cara Mengubah Gambar PNG /Jpg ke SVG Tanpa Ribet

Pengetahuan Planet Saturnus beserta satelit-satelit alam nya. 


Saturnus adalah planet keenam dari Matahari dan yang paling jauh yang bisa dilihat dengan mata telanjang. Saturnus adalah planet terbesar kedua dan terkenal karena sistem cincinnya yang luar biasa yang pertama kali diamati pada tahun 1610 oleh astronom Galileo Galilei. Seperti Jupiter, Saturnus adalah planet gas raksasa dan terdiri dari gas serupa termasuk hidrogen, helium, dan metana.

Fakta Mengenai Planet Saturnus


1. Saturnus dapat dilihat dengan mata telanjang.
objek paling terang kelima di tata surya dan juga mudah dilihat melalui teropong atau teleskop kecil.

2.Saturnus dikenal oleh orang-orang kuno, termasuk para pengamat Babilonia dan Timur Jauh.
Planet ini dinamai berdasarkan dewa Romawi Saturnus,yang dikenal orang Yunani sebagai Cronus.

3. Saturnus adalah planet paling datar.
Diameter kutubnya adalah 90% dari diameter khatulistiwa,hal ini disebabkan oleh kepadatan yang rendah dan rotasi yang lumayan cepat. Saturnus berputar pada sumbunya sekali setiap 10 jam dan 34 menit.dengan waktu yang sangat singkat, menjadikannya hari terpendek kedua dibandingkan dengan planet tata surya mana pun.

4.  Saturnus memmerlukan 29.4 tahun untuk satu kali mengorbit matahari. 
Gerakannya yang lambat terhadap latar belakang bintang membuatnya mendapat julukan "Lubadsagush" dari bangsa Asyur kuno. Namanya berarti "yang tertua dari yang lama".

5. Atmosfer atas Saturnus terbagi menjadi kumpulan awan.
Lapisan atas sebagian besar adalah es amonia.  Di bawahnya terdiri dari awan yang sebagian besar adalah air es.  Di bawahnya lagi adalah lapisan campuran es hidrogen dan belerang dingin.

Planet yang Indah


Zaman dahulu, Saturnus dianggap sebagai pembawa sial. Jika dibandingkan dengan yang lain, Saturnus terlihat suram. Dilihat dengan mata telanjang, Saturnus tampak sebagai sebuah bintang yang amat cerah. Akan tetapi, kecerahan Saturnus kalah jauh dibanding Venus, Mars, dan Jupiter. Saturnus hanya memiliki kecerahan
yang hampir sama dengan Merkurius planet terdekat dengan Matahari–.

Saturnus,Setelah Penemuan Teleskop


Saturnus adalah planet keenam dalam sistem tata surya. Planet raksasa kedua ini merupakan planet yang sangat indah. Sistem cincin Saturnus memberikan pemandangan yang menakjubkan. Sebagai kelompok empat planet raksasa dalam sistem taat surya, Saturnus mempunyai diameter 119.871 km dengan massa kira-kira 586,5 x 1024 kg. Massa Saturnus 95 kali massa Bumi.

Dengan mata telanjang, sistem cincin Saturnus tidak dapat dilihat. Keindahan Saturnus dapat kita nikmati setelah adanya penemuan teleskop pada abad XVII. Pada tanggal 12 Juli 1981, pesawat ruang angkasa Voyager 2 berhasil mengabadikan gambar Saturnus yang diambil dari jarak 43 juta km.

Gerakan Saturnus


Gerakan Saturnus Jarak rata-rata Saturnus dari Matahari adalah 1.428 juta km. Planet dengan diameter 120.536 km ini membutuhkan waktu 29,5 tahun Bumi untuk sekalimengorbit Matahari. Waktu yang dibutuhkan Saturnus untuk satu kali rotasi adalah 10,67 jam.

Yuks Menuju Bagian Dalam Saturnus


Saturnus tidak memiliki lapisan-lapisan seperti planet terestrial. Saturnus tidak memiliki banyak bahan-bahan padat di dalamnya. Sebaian bahan penyusun Saturnus adalah Hidrogen dan Helium yang berwujud cair dalam tekanan yang tinggi
berada di lapisan luar. Saturnus tersusun oleh 75 persen Hidrogen dan 25 persen
Helium dengan sedikit air, Metana, amoniak, dan batu. Gerakan yang terjadi di
bagian dalam Saturnus menyebabkan munculnya medan maget yang menghasilkan magnetosfer

Source : Wikipedia

Cincin-Cincin Saturnus


Galileo adalah orang pertama yang
mengamati Saturnus menggunakan teleskop,yaitu pada tahun1610.Dalam pengamatannya,Galileo menemukan keanehan pada Saturnus.Galileo melihat adanya dua gumpalan disekeliling Saturnus,tapi dia tidak tahu gumpalan apakah itu.Selanjutnya,Christian Huygens
menemukan bahwa gumpalan itu adalah cincin.

Atmosfer Cincin

Sesua idata yang diperoleh pesawat ruang angkasa Cassini, cincin Saturnus ternyata memiliki atmosfernya sendiri.Atmosfer itu
terpisah dari atmosfer Saturnus.

Pada tahun 1675, Cassini menemukan celah di antara cincin A dan B. Selanjutnya celah ini disebut divisi Cassini. Cincin ketiga, yang dinamakan cincin C,ditemukan pada tahun 1800. Selanjutnya, sampai tahun 1979, ditemukan cincin E, F,dan G, ketika pesawat ruang angkasa Pioner 11 dan Voyager terbang ke Saturnus.Mereka juga menemukan celah kecil di antara cincin A dan F, dan disebut sebagai divisi Encke.

Cincin-cincin Saturnus masih merupakan misteri bagi para ilmuwan. Adanya gravitasi Saturnus menyebabkan partikel-partikel kecil tersusun dalam daerah cincin. Ini juga mencegah bongkahan-bongkahan es dan batu untuk bersatu membentuk satelit alam.

Setiap planet mempunyai jarak tertentu dari planet yang disebut sebagai batas Roche. Tergantung dari besar kecil gaya gravitasi planet, sesuatu yang berada di dalam batas Roche tidak dapat bersatu membentuk sebuah benda yang lebih besar. Itulah sebabnya kebanyakan partikel hanya berukuran beberapa sentimeter.
Bagaimanapun, sebagian besar satelit alam-satelit alam Saturnus berada di luar batas Roche, sehingga mereka dapat berkumpul bersama.

Cincin Saturnus terutama tersusun oleh partikel-partikel es dan batu. Cincin cincin Saturnus terlihat berada dalam satu luasan yang lebar dan serupa pita berwarna, tapi sebenarnya antarcincin terpisah oleh pita kecil. Ukuran partikel penyusun cincin beragam, dari beberapa sentimeter sampai lebih dari satu kilometer.

Cincin Saturnus merupakan lapisan yang luar biasa tipis. Cincin yang diameternya mencapai 250.000 km atau lebih ini mempunyai ketebalan yang tidak lebih dari 1 km! Meskipun memberikan penampakan yang mengesankan, sesungguhnya.

cincin Saturnus hanya mengandung sedikit material. Jika cincin-cincin Saturnus
dipadatkan maka diperoleh sebuah benda yang membentang tidak lebih dari 100 km.

Lalu, mengapa lapisan cincin Saturnus yang sangat tipis dapat terlihat begitu indah? Partikel-partikel es dalam cincin membentuk efek pelangi seperti semprotan
warna yang terpancar dari Matahari. Sinar Matahari dibiaskan oleh partikel partikel es sehingga memberikan penampakan warna yang begitu indah.

Banyak orang yang terpesona dengan keindahan cincin Saturnus. Meskipun
Saturnus bukan satu-satunya planet bercincin, tetapi Saturnus merupakan planet terkenal di antara planet-planet bercincin.

Satelit-satelit Alam Saturnus


Titans,Satelit Alam Ber-Atmosfer



Titan ditemukan oleh astronom Belanda Christian Huygens pada tahun1655.Titan
merupakan satelit alam Saturnus yang terbesar.DiameterTitan mencapai 5.150.kilometer. 

Titan lebih besar daripada Merkurius dan Pluto. Titan mengorbit Saturnus pada jarak 1.221.830 kilometer.
Titan memiliki atmosfer seperti Bumi. Atmosfer Titan sebagian besar tersusun atas Nitrogen. 

Titan merupakan satelit alam yang memiliki atmosfer yang tebal. Tekanan atmosfer Titan kira-kira 60 persen lebih banyak daripada tekanan atmosfer Bumi di atas permukaan laut, kira-kira sama dengan tekanan di dasar kolam renang. Permukaan Titan cukup dingin. Suhunya mencapai 178 derajat celcius di bawah nol.


Tethys



Sci-News.com

ditemukan oleh Giovanni Cassini pada tahun 1864. Tethys memiliki kepadatan
1,2 gram/cm3 . Kepadatan ini menandakan hampir seluruhnya Tethys tersusun dari
air beku (es). Permukaan Tethys dipenuhi kawah dan rekahan-rekahan yang
merupakan patahan es.

Di pemukaan Tethys terdapat palung yang panjangnya mencapai 65 kilometer. Suhu permukaan Tethys mencapai 187 derajat di bawah nol.

Rhea



solarsystem.nasa.gov

Rhea ditemukan pada tahun 1672 oleh Giovanni Cassini. Rhea tidak memiliki atmosfer dan permukaannya diselimuti es. Dengan kepadatan hanya 1,33 gram/cm3
,menandakan Rheaa terususun sebagian besar atas air beku atau es.

Susunan Rheaa hampir sama dengan Dionee. Suhu permukaan Rheaa yang menghadap Matahari sebesar 174 derajat celcius di bawah nol, sedangkan permukaan yang tidak terkena cahaya Matahari 200 derajat celcius di bawah nol.

Dione


britannica.com

Dione ditemukan pada tahun 1684 oleh Giovanni Cassini. Sebagian besar tubuh Rhea tersusun atas es. Kepadatannya hanya sekitar 1,43 gram/cm3 . Beberapa daratan
Rhea dipenuhi kawah dan beberapa tidak. Permukaan Rhea yang dipenuhi kawah
memiliki kawah dengan garis tengah lebih dari 30 kilometer.

Dan masih banyak lagi satelit yang dimiliki saturnus.


Kaskus

Penutup

Sampai sudah di penghujung laman ini.Ayok baca pengetahuan menarik lainya seputar Science disini. Sekian Terimakasih
...

Referesi :
https://space-facts.com/saturn/

Ikhlasul-pgsd-fip-uny/iad

-Satelit Alam Saturnus
-Astronmy planet saturnus

MENAKJUBKAN!! Mengenal Lebih Dekat Planet Saturnus


Hai sobat kembali lagi nih dengan admin, lama ya nungguin admin upload ?. Hehehe iya nih admin lagi sibuk, banyak banget tugas sekolah tapi karena hari ini hari minggu, admin ngeluangin waktu admin untuk upload. Admin, admin hari ini admin mau bahas apa ? Tenang tenang hari ini admin akan bahas tentang jaringan tumbuhan dan hewan tapi pertama kita akan bahas jaringan tumbuhan kalo selesai baru admin akan bahas jaringan hewan.

Jaringan Tumbuhan

Kalian pada tau ga jaringan itu apa, jaringan adalah kumpulan dari sel sobat. Jadi pada jaringan tumbuhan terdapat tiga jenis jaringan tumbuhan diantaranya :
  1. Meristem primer
  2. Meristem sekunder 
  3. Jaringan dewasa.
Ayo kita bahas satu satu ya 

Meristem

Jaringan meristem terdiri dari sekelompok sel yang tetap berada dalam fase pembelahan. 
Berdasarkan posisinya,
a. Meristem apikal; terdapat di ujung pucuk utama dan pucuk lateral serta ujung akar.
b. Meristem interkalar; terdapat di antara jaringan dewasa.
c. Meristem lateral; terletak sejajar dengan permukaan organ tempat ditemukannya.

Berdasarkan asal-usulnya,
a. Promeristem; terdapat pada pertumbuhan setelah berkecambah.
b. Meristem primer; terdapat di ujung akar.
c. Meristem sekunder; terdapat pada pertambahan lebar batang.

Jaringan Dewasa

Sifat-sifat jaringan dewasa:
a. tidak mempunyai aktivitas untuk memperbanyak diri
b. mempunyai ukuran yang relatif besar dibanding sel-sel meristem
c. mempunyai vakuola besar, sehingga plasma sel sedikit dan merupakan selaput yang menempel pada dinding sel
d. kadang-kadang selnya telah mati
f. selnya telah mengalami penebalan dinding sesuai dengan fungsinya
g. di antara sel-selnya dijumpai ruang antarsel

A.Epidermis atau jaringan pelindung

jaringan tumbuhan yang menutupi seluruh tubuh tumbuhan mulai akar, batang, hingga daun atau Jaringan pelindung.

Fungsi jaringan epidermis :

  1. Sebagai pelindung terhadap Hilangnya air karena adanya penguapan Sebagai pelindung terhadap Kerusakan mekanik
  2. Sebagai pelindung terhadap Perubahan temperatur
  3. Sebagai pelindung terhadap Hilangnya zat zat makanan  
  4. Melindungi tumbuhan dari penguluaran air yang berlebihan 
Ciri Ciri Epidermis :
  1. Jaringan tumbuhan yang menutupi seluruh tubuh tumbuhan mulai akar, batang, hingga daun atau jaringan pelindung.
  2. Terdapat sitoplasma yang hidup dan mengandung Kristal garam, Kristal silikat, dan garam minyak.
  3. Terdapat sitoplasma yang hidup dan mengandung Kristal garam, Kristal silikat, dan garam minyak.
  4. Dilen Pada beberapa jenis tumbuhan, epidermis termodifikasi menjadi sisik atau bulu.
  5. Tidak berkloroplas, kecuali pada bagian sel penutup, pada hidrofit dan tumbuhan dibawah naungan.
  6. Vakuola besar dapat berisi antosianin.
Modifikasi Pada Jaringan Epidermis :
  1. Litokis; merupakan sel yang lebih besar dari epidermis normal dengan pertumbuhan khusus kearah dalam. Sel ini berisi Kristal kalsium karbonat yang disebut sistolit. Yang berfungsi memberikan pertahanan yang lebih pada batang. Tumbuhan yang memiliki litokis dalam daunnya adalah tumbuhan Ficus sp (tumbuhan ini mengalami penonjolan dan penebalan epidermis pada bagian tengahnya).
  2. Stomata; celah dan kedua sel penutupnya pada daun, sel penutup/penjaga ialah 2 buah sel dengan bentuk khusus yang mengapit celah. Yang berfungsi sebagai media keluar masuknya gas pada daun tumbuhan. Tumbuhan yang memiliki stomata diantaranya bunga teratai, daun manga, dan rumput-rumputan.
  3. Trikoma; Tonjolan epidermis yang teridiri dari satu sel atau lebih. Fungsi trikoma pada tumbuhan sebagai peindung terhadap gangguan dari luar dan mengurangi penguapan. Tumbuhan yang memiliki trikoma diantaranya apel, jagung, rumput, daun durian, daun waru, dll.
  4. Rambut akar; pada akar terdapat rambut-rambut halus yang merupakan modifikasi dari epidermis yang berfungsi untuk pernyerapan air dalam tanah.
  5. Emergensia (duri tempel); tonjolan pada permukaan organ yang terbentuk dari jaringan epidermis dan jaringan di bawah epidermis atau subepidermis. Contohnya adalah pada batang mawar (Rose sp.)
  6. Spina adalah alat tumbuhan di bagian batang tumbuhan. Spina dibedakan menjadi Spina Asli : Spina yang dibentuk dari stele batang (silinder pusat)  Spina Palsu : Duri yang dibentuk oleh jaringan bawah epidermis yaitu pada daerah korteks batang (korteks terletak di bawah epidermis).
  7. Velamen : sel mati dibagian epidermis pada akar gantung. Berfungsi sebagai penyimpan air.
  8. Sel kipas (buliform) : Disebut sebagai motor sel. Berfungsi sebagai penyimpan air dan mengurangi penguapan
  9. Sel kersik : Bagian epidermis yang berisi Kristal Kersik. Adanya sel kresik menyebabkan permukaan batang pada tumbuhan tersebut menjadi keras.

B. Jaringan Dasar Atau Parenkim

Jaringan yang tersususn dari sel sel hidup yang menyusun tubuh tumbuhan setelah jaringan meristem yang membentuk struktur morfologi dan fisiologi bervariasi dan masih melakukan segala kegiatan proses fisiologis. 


Ciri ciri jaringan parenkim :


  1. Dinding selnya jarang sekali mengandung lignin, kecuali organ yang telah tua.
  2. Sebagian besar sel parenkim berbentuk polyhedral (segi banyak).
  3. Memiliki sel-sel yang masih hidup.
  4. Pada umumnya di dalam protoplasma terdapat plastida baik leukloplas, kloroplas, maupun kromoplas.
  5. Dinding sel yang telah menebal umumnya mempunyai plasmodesmata yang dapat membantu kelancaran pertukaran zat.
  6. Pada bagian tengah ruang selnya memiliki sentra vakuola besar berisi zat-zat makanan cadangan.
  7. Terdapat ruang antar sel (intercellular spaces) diantara sel-sel parenkim, yang berperan dalam pertukaran atau peredaran gas-gas.
  8. Berbentuk segi enam.
  9. Dapat bersifat meristematik.
  10. Memiliki sel yang hidup, berdinding tipis, dan berukuran besar.
  11. Memiliki vakuola berlimpah.
  12. Memiliki ruang antar sel sehingga letaknya tidak terlalu rapat. 
Jenis jenis jaringan parenkim berdasarkan bentuknya :

  1. Parenkim Asimilasi, sebagai pembuat zat makanan bagi tumbuhan yang diprose dari fontosintesa didaun. Umumnya terletak pada bagian tepi suatu organ, seperti pada daun. Didalam selnya terdapat kloroplas yang berperan penting sebagai  tempat berlangsung proses fotosintesis.
  2. Parenkim Penimbun, sel yang menyimpan cadangan makanan berbeda sebagai larutan di dalam vakuola, bentuk partikel padat, atau cairan di dalam sitoplasma. Umunya berada pada bagian dalam tumbuhan, seperti umbi lapis. Berfungsi dalam penyimpanan cadangan makanan bagi tumbuhan berupa hasil fontosintesis, seperti amilum, protein, lemak atau gula tepung.
  3. Parenkim Air, sel yang dapat menyimpan air. Umunya terdapat di tumbuhan yang hidup didaerah kering (xerofit), tumbuhan epifit, dan tumbuhan sekulen. Berfungsi sebagai tempat penyimpanan air paa tumbuhan xerofit jepifit (sedikit air) untuk menghadapi kemarau seperti pada kaktus dan lidah buaya.
  4. Parenkim Udara atau aerenkim, jaringan yang bertugas menyimpan udara dalam kantung besarnya, terdiri dari sel gabus yang berongga besar sehingga dapat membantu menjaga kelebihan air pada tumbuhan dengan habitat perairan. Seperti pada tangkai daun tumbuhan enceng gondok.
Macam macam jaringan parenkim :
  1. Parenkim palisade; Parenkim penyusun mesofil pada daun. Jaringan ini terdapat pada biji dengan bentuk sel panjang, tegak, mengandung banyak kloroplas.
  2. Parenkim bunga karang; Jaringan penyusun mesofil daun yang berukuran tidak tetap serta terdapat ruang antar sel lebar.
  3. Parenkim bintang; Jaringan yang dapat ditemukan pada tangkai daun Canna sp. Dengan bentuk seperti bintang yang bersambungan pada bagian ujungnya.
  4. Parenkim lipatan; Jaringan yang dapat dijumpai pada mesodil daun pinus dan padi. Terjadi perlipatan ke arah dalam pada bagian dinding sel dan mengandung banyak kloroplas.
Fungsi jaringan parenkim :
  1. Menyimpan cadangan makanan, bagian yang menjalankan fungsi ini adalah jaringan parenkim penimbun yang biasanya berada di bagian empulur batang, umpi lapis, umbi akar, rizhoma, atau pada bagian biji dan buah. Parenkim penimbun memiliki ciri-ciri antara lain adanya larutan vakuola pada selnya yang mengandung protein dan minyak serta terdapat Kristal pati misalnya pada endosperm, kotiledon maupun pada umbi-umbian dan buah.
  2. Tempat penyimpan cadangan air. Terdapat pada tumbuhan yng hidup di daerah kering seperti kaktus-kaktusan, lidah buaya, atau tumbuhan xerofit lainnya.
  3. Sebagai jaringan pengangkut, berfungsi untuk membantu jaringan xylem dan floem dalam menjalankan tugasnya dan berfungsi menguhubungkan jaringan bagian luar dan jaringan dalam pada batang. Tugas ini dikerjakan oleh parenkim jari-jari empulur.
  4. Tempat berlangsungnya fotosintesis, disebut juga jaringan amilasi. Terdapat pada mesofil daun, palisade, batang yang masih muda dan masih hijau, atau bagian tumbuhan lainnya seperti buah pentil dan tunas. Ciri umum jaringan parenkim amilasi adalah terdapatnya kloroplas  yang berisi klorofil yang menjai kalisator dalam proses fotosintesis. Cadangan makanannya berupa tepung, gula, lemak, dan protein.

C.Jaringan penyokong atau penguat

Jaringan penguat adalah salah satu jaringan penyusun tumbuhan yang berfungsi memperkuat atau menyongkong tubuh tumbuhan sehingga dapat berdiri tegak.
Berdasarkan bentuknya dan sifatnya di bagi :

  1. Jaringan sklerenkim
  2. Jaringan kolenkim
Ciri ciri jaringan kolenkim adalah :

  1. Tersusun dari sel-sel hidup
  2. Dinding sel tidak mengalami penebalan lignin ,tetapi mengandung selulosa,pectin dan hemiselulosa
  3. Penguat utama organ -organ tumbuhan yang masih muda
Ciri ciri jaringan sklerenkim adalah :

  1. Jaringan penguat dengan dinding sekunder yang tebal dan terdiri atas lignin
  2. Terdapapat pada tumbuhan yang sudah tua
  3. Terdiri atas sel-sel mati
Macam-macam sel sklerenkim
  1. Serabut sklerenkim
  2. Sklereid(sel batu)

D Jaringan pengangkut

Jaringan pengangkut adalah jaringan yang bertugas mengangkut zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan.
Berdasarkan bentuk dan sifatnya dibagi :

  1. Pembuluh xylem 
  2. Pembuluh floem
Pembuluh xilem

Terdapat pada kayu tanaman , berfungsi menyalurkan air dari akar menuju bagian atas tanaman.
Macam-macamnya:
  1. Unsur trakeat ,trakea dan trakeid
  2. Serabut xylem
  3. Parenkim xylem:parenkim kayu dan parenkim jari-jari emelur
Ciri-ciri :
  1. Mengangkut air dan unsur hara lain dari akar ke daun
  2. Sel penyusunnya sel yang sudah mati
  3. Dinding selnya tersusun atas lignin yang tebal
Pembuluh floem
Terdapat pada kulit kayu ,berfungsi menyalurkan zat makanan keseluruh bagian tubuh tumbuhan.
Macam-macam:
  1. sel tapis
  2. Sel pengiring
  3. Sel albumin
  4. Parenkim floem
  5. Serabut floem
Ciri-ciri:
  1. Mengangkut dan mengedarkan zat-zat makanan hasil fotosintesis keseluruh tubuh tumbuhan
  2. Sel penyususnya ada yang masih hidup dan yang mati

E.Akar

Akar adalah bagian pokok disamping batang dan daun yang tumbuh menuju inti bumi kormus.
Fungsi akar adalah sebagai berikut :
  1. Sebagai alat pernapasan 
  2. Menyerap air dan mineral
  3. Penyokong tumbuhan 
  4. Tempat penyimpanan cadangan makanan
Perbedaan akar pada tumbuhan dikotil dan monokotil sabagai berikut :


Bagian bagian pada akar


  1. Epidermis adalah jaringan penyusun akar yangvterletak paling luar serta berfungsi sebagai pelindung jaringan yang ada dibawahnya.
  2. Korteks adalah bagian atau akar yang dibatasi oleh epidermis dan endodermis, didalam korteks terdapat : parenkim, sklerenkim, kolenkim.
  3. Stele adalah pengatur jalannya larutan serta sebagai alat untuk memperbesarkan batang tumbuhan. Didalam stele terdapat : Xilem, floem.
  4. Endodermis adalah lapisan dalam korteks akar dengan sel sel tebal yang membatasi korteks dan stele dan pembatasan selektif yang mengatur masuknya bahan bahan dari larutan tanah.
  5. Persikel adalah ruang sel yang dikelilingi membran sel serta pertumbuhan sekunder dan jaringan yang membentuk pertumnuhan akar ke samping.
  6. Inti akar adalah bagian akar yang terletak di tengah penampang akar serta terdapat pembuluh xilem dan floem 
  7. Xilem berfungsi mengangkur air dari akar menuju daun.
  8. Floem berfungsi mengankut hasil fotosintesis keseluruh tubuh tumbuhan.

F.Batang

Batang adalah sumbu tumbuhan tempat semua organ lain bertumpu dan tumbuh 

Bagian bagian pada batang sebagai berikut :

  1. Epidermis; batang yang tersusun dari sebuah sel yang tersusun rapat tanpa ruang antar sel serta berfungsi pelindung dari bahaya kekeringan.
  2. Korteks; bagian terluar dari batang yang dibatasi bagian luar oleh epidermis serta korteks memiliki rongga untuk tempat masuk air dan zat hara.
  3. Endodermis; lapisan sel yang menjadi batas antara korteks dan silinder pusat pada akar.
  4. Stele; lapisan terdalam pada batang serta alat pengangkut air dan mineral ke dalam sebuah anatomi tumbuhan.

G.Daun

Fungsi daun  : 

  1. Secara umum fungsi daun sebagai berikut.
  2. Membuat makanan melalui proses fotosintesis
  3. Sebagai tempat pengeluaran air melalui transpirasi dan gutasi
  4. Menyerap CO2
  5. Respirasi 

Sturuktur jaringan penyusun dalam daun :
  1. Epidermis
  2. Mesofil ( Jaringan dasar )
  3. Berkas pengangkut
  4. Jaringan Tambahan

Struktur jaringan penyusun luar daun :
  1. Helai daun (Lamina)
  2. Tangkai daun (Petiolus)
  3. Pelepah daun (Folius)
Struktur jaringan luar daun


Helai daun
Helai daun sangat penting karena menjadi tempat terjadinya proses fotosintesis. Helai daun ada yang berbentuk tipis dan ada yang berbentuk tebal.

Tangkai daun
Tangkai daun berperan sebagai penopang helai daun (lamina). Tangkai daun merupakan struktur daun bagian luar yang menempel pada batang. Namun, tidak semua tumbuhan memiliki tangkai daun, misalnya rumput.

Pelepah daun
Pelepah daun memiliki tugas untuk mendudukkan daun pada batang atau pijakan daun terhadap batang tumbuhan.

Struktur jaringan dalam daun




Epidermis
Epidermis berupa satu lapis sel yang dindingnya mengalami penebelan dari zat kutin ( kutikula ) atau kadang dari lignin.Pada epidermis terdapat stomata (mulut daun) yang diapit oleh dua sel penutup. Stomata ada yang terletak di permukaan atas saja, misalnya pada tumbuhan yang daunnya terapung (pada daun teratai), ada yang di permukaan bawah saja, dan ada pula yang terdapat di kedua permukaan daun (atas dan bawah). Tanaman Ficus mempunyai epidermis yang tersusun atas dua lapis sel. Alat-alat tambahan yang terdapat di antara epidemis daun, antara lain trikoma (rambut) dan sel kipas.

Jaringan mesofil
Mesofil terdiri dari sel-sel parenkim yang tersusun renggang dan banyak ruang antarsel. Pada kebanyakan daun Dicotyledoneae, mesofil terdiferensiasi menjadi parenkim palisade (jaringan tiang) dan parenkim spons (jaringan bunga karang). Sel-sel palisade bentuknya memanjang, mengandung banyak kloroplas, dan tersusun rapat. Parenkim spons bentuknya tidak teratur, bercabang, mengandung lebih sedikit kloroplas, dan tersusun renggang.

Berkas pengangkut
Berkas pengangkut terdapat pada tulang daun yang berfungsi sebagai alat transpor dan sebagai penguat daun.

Jaringan tambahan
Jaringan tambahan meliputi sel-sel khusus yang umumnya terdapat pada mesofil daun, misalnya sel-sel kristal dan kelenjar. 
Fungsi dari jaringan tambahan pada daun:

  • Sebagai jaringan yang berfungsi untuk mendukung proses fotosintesis pada daun, yang mana proses fotosintesis tersebut adalah sebuah proses pengolah kloforil untuk makanan daun tersebut.
  • Karena proses pernapasan berlangsung pada daun, maka jaringan tambahan ini berfungsi sebagai pendukung proses pernapasan tersebut.
  • Sebagai jaringan yang berfungsi sebagai tempat sel –  sel kristal dan kelenjar pada daun tersebut.

Penutup

Mungkin sampai disini dulu ya sobat nanti admin akan upload yang jaringan hewan ya tunggu aja sobat. Admin mau berterimakasih dulu kepada sobat yang telah baca artikel admin. Jangan lupa baca artikel yang lainnya ya sobat serta like, comment,  share,  dan juga ikuti blog admin ya. Sampai jumpa ya di artikel lainnya. 

Ayo, Mengenal Jaringan Tumbuhan Terlengkap.

Cara kerja Remot Kontrol Tv



Di jaman modern ini,banyak peralatan elektronik seperti Tv, Ac, DVD player dan lain sebagainya menggunakan pengendali jarak jauh yaitu remote control, sesuai namanya remot control adalah sebuah alat yang berfungsi untuk mengendalikan jarak jauh.

Dengan adanya remot control memudahkan kita untuk  mengatur/mengendalikan peralatah elektronik dari jarak jauh tanpa repot repot mendatangi letak alat elektrobik tersebut

Benda yang menggunakan remot kontrol  kemudian akan memberikan respond sesuai perintah yang  diberikan.


Lalu.. Bagaimana cara kerjanya?

Bagian-Bagian Remote Control


Transmisi pengirim sinyal (Trasnmittor)


Nah alat yang mirip lampu (LED)  yang berada di ujung remote ini bernama Transmittor, Yang berfungsi sebagai pengirim perintah ke peralatan elektronik.dan memancarkan sinar infra merah.

Rangkaian remote


Pernah membongkar remote Tv?. Kalo Admin sih pernah:).Nah saat kalian membongkar sebuah remot,didalmnya terdapat sebuah papan rangkaian elektronik.

Ketika kita menekan suatu tombol maka konponen ini akan membaca tombol yang ditekan,lalu membangkitkan transmitor untuk mengirimkan sinyal sesuai pola tombol yang ditekan.

Receiver


Kalo bagian yang ini tidak terdapat di di remot melainkan terdapat didalam alat elektronika yang akan dikendalikan oleh remot control.Bagian ini pula yang bertugas sebagai pendeteksi infra merah yang disampaikan oleh trasnmitor

Cara kerja


sinyal sinar infra merah dipancarkan dari pemancar remote control (transmittor) membentuk pola sinyal tertentu. Selanjutnya pola sinyal tersebut akan diterima oleh foto transistor (receiver), lalu pola sinyal tersebut akan diterjemahkan menjadi instruksi oleh rangkaian sirkuit terintegrasi (IC) sesuai instruksi remote control.

Jadi....Saat kita menekan tombol maka trasnmitor akan mencarkan sinyal perintah kemudian receiver di alat elekronik akan menangkap sinyal perintah tersebut sesuai intruksi.

Tahukah kamu!!! Sinyal infra merah tidak dapat diliht oleh mata manusia dikarenakan.tidak termasuk gelombang elektromagnetik pada spectrum cahaya tampak.

Tag :  prinip kerja remot.  Bagaimana cara kerja remot control.

Beginilah Cara Kerja Remote Kontrol

System Gerak

A.  Pendahuluan

Sistem gerak adalah sistem organ pada manusia yang berperan dalam pergerakan tubuh.Organ yang mendukung kerja sistem gerak:

  1. Rangka,alat gerak pasif,terdiri atas jaringan tulang rawan dan tulang sejati
  2. Otot, alat gerak aktif, terdiri atas jaringan otot

B. Rangka


Rangka merupakan alat gerak pasif yang 
tersusun atas tulang yang saling berhubungan.

Fungsi rangka:
1) Alat gerak pasif
2) Pemberi bentuk tubuh
3) Menopang/menyokong berat tubuh
4) Tempat melekatnya otot
5) Melindungi organ vital
6) Tempat pembentukan sel darah pada sumsum tulang (hemopoesis)
7) Tempat penyimpanan kalsium dan fosfor

Berdasarkan letaknya pada tubuh, rangka manusia dikelompokkan menjadi:

1) Rangka aksial (sumbu tubuh), yaitu 
tengkorak, tulang rusuk, tulang dada dan 
tulang belakang.
2) Rangka apendikular (sekitar sumbu tubuh), terletak di kanan dan kiri sumbu tubuh, dan jumlah tulangnya sepasang.
Tulang berdasarkan jaringannya terdiri dari atas tulang rawan dan tulang sejati.

Tulang berdasarkan jaringannya terdiri dari atas tulang rawan dan tulang sejati.

C.  Tulang Rawan


Tulang rawan tersusun atas sel kondrosit yang berasal dari kondroblas dan mensekresikan matriks yang disebut kondrin.


Tulang rawan dilindungi oleh lapisan luar yang  disebut perikondrium yang berfungsi mensuplai makanan bagi tulang rawan dan melakukan perawatan dan perbaikan materi penyusun tulang.

Pada anak-anak, kondrosit lebih banyak dari matriks, sedangkan pada orang dewasa, matriks. lebih banyak dari kondrosit.

Jenis - jenis tulang rawan


D.  Tulang Sejati


Tulang sejati tersusun atas sel osteosit yang berasal dari osteoblas dan mensekresikan matriks yang disebut osteon.

Struktur tulang sejati

a. Sistem Havers, unit dasar jaringan tulang.
b. Saluran Havers (saluran pusat), berisi pembuluh darah dan saraf.
c. Saluran Volkmann (saluran perforat), saluran penghubung dua saluran Havers.
d. Lakuna, ruang tempat osteosit terletak.
e. Kanalikuli, struktur penghubung osteosit yang satu dengan osteosit lain.
f. Lamella, lapisan kosentris matriks yang keras dan kuat.
g. Lamella sirkumferensial
h. Lamella interstitial
i. Periosteum, selaput pembungkus tulang. Periosteum mengandung osteoklas yang berfungsi melakukan perawatan dan perbaikan materi penyusun tulang.
j. Matriks, tersusun atas serabut kolagen
dan mineral kalsium dan fosfor

Osifikasi/kalsifikasi adalah proses pembentukan tulang melalui pengerasan tulang rawan menjadi tulang sejati.

Urutan proses osifikasi:

1) Tulang rawan yang telah dihasilkan memiliki rongga yang akan terisi osteoblas.
2) Kemudian osteosit dibentuk ke arah luar, atau berbentuk konsentris (saluran Havers).
3) Di sekitar osteosit, dibentuk matriks tulang dari senyawa protein yang mengandung
kalsium dan fosfor.

Berdasarkan matriksnya, tulang terdiri dari:

1) Tulang kompak, tulang dengan matriks padat dan rapat, misalnya tulang pipa.
2) Tulang spons, tulang dengan matriks berongga, misalnya tulang pipih dan pendek.

Berdasarkan bentuknya, tulang terdiri dari:


1) Tulang pipa (panjang), yaitu tulang yang berbentuk tabung dan pada umumnya
berongga.

Bagian-bagian tulang pipa:
a. Epifisis proksimal, bagian ujung membulat.
b. Diafisis, bagian tengah.
c. Epifisis distal, bagian ujung pipih.
d. Metafisis/cakra epifisis, bagian yang berkemampuan bertambah panjang.
e. ulang rawan hialin
f. Tulang spons
g. Tulang kompak
h. Periosteum
i. Rongga tulang, berisi sumsum tulang kuning/merah, pembuluh darah, saraf dan osteoblas.

Contoh: tulang betis, tulang paha, tulang kering, tulang hasta, tulang pengumpil.

2) Tulang pipih, yaitu tulang yang tersusun atas dua lempeng tulang kompak dan tulang spons, di dalamnya terdapat sumsum tulang. Tulang pipih berfungsi sebagai penyusun dinding rongga, pelindung, dan penguat.
Contoh: tulang rusuk, tulang belikat, tulang tengkorak.

3) Tulang pendek, yaitu tulang yang berbentukkubus, bulat kecil, atau paku.
Contoh: tulang pergelangan dan telapaktangan dan kaki.

4) Tulang tak berbentuk, yaitu tulang yang bentuknya tidak termasuk tiga kategori di atas.
Contoh: tulang wajah, tulang rahang, tulang belakang, tulang pinggul.

E. SENDI


Sendi atau artikulasi adalah hubungan antar tulang yang memungkinkan terjadinya gerakan.

Komponen penyusun sendi:

1) Kapsul sendi, yaitu lapisan serabut yang melapisi sendi dan membentuk persendian.
2) Ligamen, yaitu jaringan ikat yang mengikat ujung tulang dengan persendian.
3) Minyak sinovial, yaitu pelumas sendi yang terdapat pada sendi.
4) Tulang rawan hialin, yaitu jaringan tulang rawan yang membentuk sendi.

Sendi terbagi menjadi tiga, yaitu sinartrosis, amfiartrosis, dan diartrosis. Sinartrosis atau sendi mati adalah persendian yang  idak memungkinkan terjadinya gerakan.

Macam-macam sinartrosis:


1) Sinartrosis simfibrosis, sinartrosis yang dihubungkan oleh jaringan ikat fibrosa. Contoh: antar tulang tengkorak (sutura).
2) Sinartrosis sinkondrosis, sinartrosis yang dihubungkan oleh jaringan ikat tulang rawan.
Contoh: antar ruas tulang belakang, tulang dada dengan tulang rusuk. Amfiartrosis adalah persendian yang hanya memungkinkan terjadinya sedikit gerakan.

Macam-macam amfiartrosis:

1) Amfiartrosis simfisis, dihubungkan oleh jaringan ikat fibrosa yang pipih.
Contoh: pubis simfisis pada gelang panggul, antar ruas tulang belakang.
2) Amfiartrosis sindemosis, dihubungkan oleh jaringan ikat fibrosa dan ligamen.
Contoh: tulang betis - tulang kering.

Diartrosis adalah persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan yang lebih leluasa.

Gerak yang dilakukan oleh sendi antara lain:

1) Fleksi (membengkokkan)
2) Ekstensi (meluruskan)
3) Adduksi (mendekati tubuh)
4) Abduksi (menjauhi tubuh)
5) Elevasi (mengangkat)
6) Depresi (menurunkan)
7) Supinasi (menengadahkan tangan)
8) Pronasi (menelungkupkan tangan)
9) Inversi (membuka telapak kaki ke dalam)
10) Eversi (membuka telapak kaki ke luar)


OTOT


Otot merupakan alat gerak aktif yang melekat pada rangka dan tersusun atas jaringan otot, terutama otot lurik.

Struktur otot:




Komponen penyusun otot antara lain:

1) Protein aktin, yaitu protein pembentuk filamen halus yang terdiri dari dua untai.

Pada protein aktin terdapat binding site yang merupakan tempat miosin menarik aktin.
Pada saat otot tidak berkontraksi, binding
site ditutupi oleh protein troponin tropomiosin, yang dapat dihilangkan
dengan ion Ca2+
.
2) Protein miosin, yaitu protein pembentuk filamen kasar yang terdiri dari serabut.


3) Jaringan otot, dapat berupa otot polos, otot lurik dan otot jantung. Pada sistem gerak, otot yang bekerja adalah otot lurik.

4) Ion Ca2+ dan ATP, keduanya digunakan dalam gerak kontraksi dan relaksasi otot.

Kumparan otot terdiri atas:

1) Ventrikel (empal), merupakan bagian tengah otot yang menggembung.
2) Tendon (urat), merupakan bagian ujung otot yang menempel pada tulang. Tendon terdiri dari origo (tidak dapat bergerak) dan insersio (dapat bergerak).

Agar menghasilkan gerak, otot bekerja dengan otot lain secara aktif dengan cara kontraksi (memendek) dan relaksasi (memanjang).

Gerak antar-otot terbagi menjadi:
1) Gerak sinergis, gerak dua buah otot yang sama arahnya (saling menunjang)
Contoh: otot-otot pada tulang rusuk, otot pronator teres dan pronator quadratus.

2) Gerak antagonis, gerak dua buah otot yang saling berlawanan arah.
Contoh: otot trisep dan bisep.

Serat otot/miofibril tersusun atas sarkomer sarkomer.

1) Pita I menghasilkan daerah terang pada otot,
2) Pita A menghasilkan daerah gelap pada otot,
3) Zona H adalah daerah terang sempit diantara daerah gelap pita A.
4) Gabungan protein aktin dan miosin disebut aktomiosin.

Cara kerja otot:

1) Miosin aktif menggerakkan aktin dengan cross-bridge sebagai ‘tangan’ dengan
bantuan Ca2+ dan ATP pada binding site.

2) Saat kontraksi, miosin menarik aktin sehingga pita I memendek, zona H hilang.

3) Saat relaksasi, miosin melepas aktin sehingga pita I kembali memanjang, zona H kembali
muncul. Sesaat setelah relaksasi, binding site tertutup oleh protein troponin-tropomiosin.

Penggunaan energi pada gerak otot terdiri dari dua, yaitu fase anaerob dan fase aerob.

Fase anaerob tidak membutuhkan oksigen digunakan ketika otot berkontraksi.
1) Kerja aktin dan miosin membutuhkan ATP.
2) ATP dibentuk kembali melalui fosforilasi, dan digunakan untuk kerja aktin dan miosin.

Otot yang terlalu lama berkontraksi akan lelah karena penurunan ATP dan peningkatan asam laktat (asam lelah), sehingga fase berubah  menjadi fase aerob.

Fase aerob membutuhkan oksigen dan digunakan ketika otot berelaksasi.
1) Glikogen (gula otot) diubah menjadi glukosa dan asam laktat.
2) Glukosa akan dioksidasi sehingga menghasilkan CO2 , H2O dan ATP.

Asam laktat menumpuk pada otot yang terlalu sering berkontraksi menyebabkan kelelahan.
Agar asam laktat dapat dioksidasi, maka tubuh harus memasuki fase aerob dengan melakukan
reaksi dengan membuat nafas tersengal-sengal untuk mendapat lebih banyak oksigen.

G. GANGGUAN PADA SISTEM GERAK


Gangguan pada rangka antara lain:

1) Fraktura sederhana/tertutup, patah tulang yang tidak merobek otot.
2) Fraktura kompleks/terbuka, patah tulang yang merobek otot bahkan kulit.
3) Fraktura sebagian/greenstick, patah tulang yang tidak membagi tulang menjadi dua.
4) Fisura, retak tulang.
5) Lordosis, jika ruas tulang belakang terlalu membengkok ke depan.
6) Kifosis, jika ruas tulang belakang terlalu membengkok ke belakang.
7) Skoliosis, jika ruas tulang belakang terlalu membengkok ke samping (huruf S).
8) Rakhitis, kurangnya vitamin D, sehingga osifikasi terhambat. Penderita biasanya memiliki kaki menyerupai huruf X atau O.
9) Osteoporosis, penurunan massa tulang pada usia lanjut karena lambatnya osifikasi dan reabsorpsi materi penyusun tulang.
10) Nekrosa, kerusakan periosteum tulang yang menyebabkan kematian tulang.
11) TBC tulang, disebabkan oleh bakteri TBC yang menyerang tulang.

Gangguan pada sendi antara lain:

1) Dislokasi, pergeseran sendi akibat sobeknya ligamen.
2) Ankilosis, persendian tidak dapat digerak￾kan karena seperti menyatu dengan tulang.
3) Arthritis, peradangan pada sendi akibat:

  1. a. Osteoarthritis (penipisan tulang rawan)
  2. b. Arthritis eksudatif (kuman)
  3. c. Arthritis sika (kekurangan minyak sinovial)
  4. d. Arthritis rheumatoid (penumpukan amino purin/asam urat)

Gangguan pada otot antara lain:

1) Atrofi, penurunan fungsi otot karenamengecil, sehingga tidak dapat berkontraksi.
2) Hipertrofi, pertumbuhan dan perkembang￾an otot yang berlebihan sehingga diameter serabut-serabut otot membesar.
3) Tetanus, terjadi akibat serangan bakteri Clostridium tetanii, yang menyebabkan otot terus-menerus berkontraksi.
4) Miastenia gravis, melemah dan lumpuhnya otot akibat gangguan sistem imun.


Terdapat foramen magnum yang merupakan tempat masuk keluarnya pembuluh darah dan saraf  dari sumsum tulang belakang.




Tulang rusuk sejati masing-masing menempel pada satu ruas tulang belakang 1-7 dan tulang dada.
Tulang rusuk palsu masing-masing menempel pada satu ruas tulang belakang 8-10 dan menumpang pada tulang rusuk sejati 7.
Tulang rusuk melayang masing-masing menempel pada satu ruas tulang belakang 11-12 dan tidak menempel pada tulang dada

Tulang atlas adalah tulang pertama yang berhubungan dengan tengkorak

Gelang panggul berhubungan dengan tulang kelangkang dan tulang ekor. Oleh karena itu, tulang
kelangkang dan tulang ekor juga termasuk gelang panggul.
Di antara dua tulang pubis, terdapat pubic simfisis yang dapat meregang pada wanita ketika melahirkan

Tulang selangka berhubungan dengan tulang dada.
Tulang pengumpil adalah tulang yang posisinya segaris dengan ibu jari, dan
tulang hasta adalah tulang yang posisinya segaris dengan jari kelingking.

Tulang pendengaran berfungsi menyampaikan getaran suara dari gendang telinga menuju koklea.


Sistem gerak biologi untuk SMA kelas xi.materi sistem gerak kelas 11. Rangkuman sistem gerak SMA.Bab 4 biologi kelas xi 

Yuk Mengenal System Gerak Pada Manusia