Kenapa Area Gurun Tidak Dijadikan Tempat Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya ? Yuk Cari Jawaban Selengkapnya Disini !


Kenapa Area Gurun Tidak Dijadikan Tempat Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya ?

Hallo sobat, kembali lagi nih dengan admin ya di Caripengetahuan-id.com. Bagaimana kabar sobat hari ini ? Saya harapkan keadaan sobat selalu baik baik saja dan pastinya sehat selalu ya. Pada hari ini admin akan membahas pertanyaan yang menarik nih.

Sobat pasti pernahkan liat solar panel atau panel surya di tiang jalan ataupun di atap rumah kan. Pernah tidak sih sobat bertanya kenapa sih panel surya tidak dibangung di lahan yang luas dan pastinya harus terpapar sinar matahari setiap hari.

Sobat taukah apa itu PLTS ? Pasti tau kan dan pastinya membutuhkan lahan yang luaskan dan di indonesia sendiri PLTS ( pembangkit listrik tenaga listrik ) terbesar pertama di Indonesia itu terletak di Karangasem dan Bangli di Provinsi Bali.

Hmm. Bagaimana Kalo pembangkit listrik tenaga surya di bangun di daerah gurun ?Pembangunan itu malah merugikan atau menguntungkan ya sobat ?

Sudah tau jawabannya ?

Mari kita bahas secara detail ya

Pasti sobat menjawab menguntungkan, karena secara common sense itu mungkin dan masuk akal karena pastinya daerah gurun itu adalah daerah yang tandus, kering dan mempunyai curah hujan yang sedikit. Pastikan gurun merupakan daerah yang sangat cocok buat pembangunan PLTS karena gurun menerima intensitas cahaya yang sangat banyak dibandingkan daerah yang lain kan

Ternyata jawabanya tidak sobat, Banyak hal yang harus dipertimbangkan para insinyur, Beberapa hal yang perlu untuk dipertimbangkangkan adalah :

Jaringan transmisi 

Pada bagian ini sudah dibahas pada jawaban pak Ismail Nur Hidayat. Tentu saja, energi yang dihasilkan akan dialirkan ke beban yang tentunya berada di daerah perkotaan dan pedesaan yang jaraknya dari gurun bisa mencapai ratusan hingga ribuan kilometer. 

Lalu apa masalahnya ya sobat ? Nah ternyata masalahnya, jaringan transmisi yang panjang berpengaruh signifikan terhadap efisiensi energi yang diterima oleh beban (energi yang hilang bisa mencapai 10% hilang dalam rugi-rugi jaringan transmisi). Jadi selain biaya pembangunan jaringan yang mahal, efisiensinya juga perlu dipertimbangkan.

Debu

Bukan hanya panjang jaringan transmisi, masalah selanjutnya yang harus dipertimbangkan adalah debu. Kita hanya menemukan pasir dan debu sepanjang mata memandang di gurun. Debu yang menempel pada panel surya akan menutupi panel sehingga energi yang dihasilkan panel surya juga berkurang. 

Bayangkan jika tidak dibersihkan selama berbulan bulan. Dan apa lagi kalo misalkan terjadi badai pasir, apalagi saat badai pasir sedang terjadi pastinya akan mengurangi efisiensi panel surya karena sinar matahari terhalang oleh debu. Tentu sangat merugikan ya sobat. Sebuah solar panel memiliki efisiensi sekitar 15%–20%. Bayangkan jika panel-panel ini tertutup debu yang dapat mengurangi efisiensi panel surya hingga 30%.

Hal ini juga yang menjadi penyebab robot Opportunity (robot yang dikirim oleh NASA untuk menjelajahi planet Mars) memasuki mode hibernasi pada 12 Juni 2018 dan sayangnya tidak berhasil melakukan reboot. 

Kendala lain terkait debu adalah membersihkan debu pada panel surya di daerah gurun yang sulit air. Memang sudah ada teknologi untuk membersihkan debu secara elektrostatis, namun ini tentunya membutuhkan biaya tambahan yang besar.

Panas 

Taukah sobat ? Suhu di daerah gurun itu bisa mencapai 50 derajat celcius bahkan bisa lebih. Panel surya umumnya menggunakan sifat semikonduktor untuk menangkap spektrum energi cahaya matahari untuk kemudian dikonversi menjadi energi listrik.

Jadi masalahnya, bahan-bahan semikonduktor sangat sensitif terhadap temperatur terutama temperatur yang tinggi di gurun akan menurunkan efisiensi panel surya. 

Apakah dengan adanya masalah ini para insinyur tidak akan untuk membangun PLTS di daerah gurun? Oh tentu tidak. 

Tapi jangan salah ya sobat tetap ada kok PLTS yang dibangun di daerah gurun. Salah satu yang terbesar adalah Villanueva Solar Plant yang dibangun di daerah Viesca, Meksiko. PLTS ini memiliki kapasitas sebesar 754MW dan sudah mulai beroperasi pada Maret 2018. Pembangkit ini membutuhkan 2400 hektar lahan dan menggunakan sekitar 2,3 juta panel surya dengan nilai investasi sebesar 650 juta dolar US.


Bahkan di Amerika pun sudah ada sobat PLTS yang dibangun di daerah Gurun Mojave, California. Bahkan tidak hanya PLTS dengan panel surya, namun mereka juga membangun PLTS dengan memanfaatkan panas matahari yang nantinya berfungsi mirip seperti boiler pada pembangkit listrik yang menggunakan fluida penggerak (PLTU, PLTG, dan sebagainya) hebat kan sobat.

Akhir Kata

Terus nantikan ya sobat artikel artikel kami dan kami berharap artikel ini dapat menambah pengetahuan sobat apabila sobat mempelajari hal baru setelah sobat membaca artikel ini maka berikan kami like dan ikuti blog atau website ini ya.

Dan admin mau ngucapin terimakasih karena telah membaca artikel ini dan baca juga artikel kami yang lain ya

Dan jangan lupa jaga kesehatan sobat ya.... Bye .....Sampai Jumpa... Kita ketemu lagi di artikel admin selanjut ya......

Baca juga