Kalian Tau Tidak Apa Itu Sistem Ekskresi ? Yuk Kita Belajar


Yee Hallo guys, Kali ini kita bertemu lagi nih. Bagaimana kabar sobat ? Saya harapkan kabar sobat baik dan sehat selalu ya. Dan ingat juga sobat harus menjaga kesehatan sobat ya

Yuk langsung saja, apakah kalian pernah belajar sistem ekskresi. Nah bab atau pelajaran ini pernah kalian pelajari saat smp atau sma nih. Bagi kalian yang sudah pelajari bab atau pelajarin ini kalian boleh baca artikel ini buat ngulang ya supaya kalian ingat dan buat kalian yang tidak pernah belajar kalian bisa belajar bersama admin dengan membaca artikel ini ya.yuk tanpa basi basi lagi kita langsung ke pembahasan.

Nah admin mau tanya nih. Apasih bedanya sistem ekskresi dan sistem sekresi ?

Jadi jawabannya sobat sebagai berikut :

Sistem eksresi adalah proses pengeluaran bahan-bahan yang tidak berguna yang merupakan sisa metabolisme atau bahan yang berlebihan dari sel atau suatu organisme.

Sedangakan sistem sekresi adalah proses pengeluaran zat oleh kelenjar yang masih digunakan oleh tubuh. Zat yang dihasilkan berbentuk lendir (enzim dan hormon) oleh sel dan kelenjar. Dalam tubuh manusia terdapat dua tipe kelenjar yaitu kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin.

Nah sobat pasti sudah pahamkan, apa bedanya sistem ekskresi dan sistem sekresi. Kalo sistem sekresi kita akan bahas nanti ya sobat. Sekarang kita akan bahas sistem ekskresi ya

Jadi sobat zat yang dibuang melalui sistem ekskresi adalah :

  • Air
  • Garam-garam mineral
  • Sisa metabolisme karbohidrat dan lemak berupa air dan CO2
  • Sisa metabolisme protein berupa nitrogen dalam bentuk urea, asam urat atau amonia
Sedangkan organ dan apa yang diekskresikannya dapat sobat lihat di tabel berikut ini :

  • Ginjal mengekskresikan air, garam mineral dan urea atau urin 
  • Paru paru mengekskresikan uap air dan karbon dioksida
  • Hati mengekskresikan cairan empedu
  • Kulit mengekskresikan air, garam mineral dan urea atau keringat 

Ginjal atau Ren


Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Dalam manusia dewasa, ukuran ginjal sekitar 7 - 11 sentimeter panjangnya. Ginjal berjumlah sepasang yang terletak di kanan dan kiri tulang pinggang dalam rongga tubuh bagian dorsal (punggung). Nah sobat panjang ginjal kira kira 7 sampai 11 cm, lebar 6 cm dan tingginya atau tebalnya sekitar 3 cm.



Tau tidak sobat kenapa posisi ginjal kanan lebih rendah dari ginjal kiri ? Hal ini terjadi karena ginjal bagian kanan tertekan oleh hati sobat.

Ginjal tersusun atas tiga lapisan:

  • Korteks (kulit ginjal), tempat terjadinya filtrasi, terdapat badan Malphigi. 
  • Medulla (sumsum ginjal),  tempat terjadinya reabsorpsi dan augmentasi, terdapat tubulus-tubulus ginjal. 
  • Pelvis (rongga ginjal) merupakan muara tubulus kolektivus dan hulu ureter. 


Ginjal tersusun atas satuan unit fungsional yang disebut nefron.  Nefron tersusun atas:

  • Nefron epitel, terdiri dari kapsula Bowman, tubulus kontortus proksimal, lengkung Henle, tubulus kontortus distal dan tubulus kolektivus. 
  • Nefron vaskuler, terdiri dari arteriol aferen, arteriol eferen, glomerulus dan kapiler peritubular. 


Struktur Nefron dan Saluran Pembentukan Urine



Struktur nefron ginjal dilihat dari gambar, yaitu :

  • Glomerulus Adalah kapiler ginjal yang melakukan filtrasi darah. 
  • Kapsula Bowman Adalah kapsul yang berfungsi menampung hasil filtrasi darah. Kapsula Bowman menyelubungi glomerulus dan memiliki dinding berlumen yang tersusun atas epitel pipih dan berhubungan dengan tubulus kontortus proximal. 
  • Tubulus kontortus proximal Adalah saluran nefron lanjutan kapsula Bowman yang melakukan reabsorpsi
  • Lengkung Henle Adalah saluran lanjutan tubulus kontortus proximal yang berbentuk lengkung dan melakukan reabsorpsi.  
  • Tubulus kontortus distal Adalah saluran nefron yang melakukan reabsorpsi dan augmentasi
  • Tubulus kolektivus adalah saluran nefron yang mengumpulkan urin dari nefron-nefron ginjal.  
Catatan : Urutan diatas merupakan proses yang terjadi pada nefron untuk menghasilkan urine

Tipe-tipe nefron: 
  1. Nefron kortikal, yaitu nefron yang hanya berada di ujung medulla, dengan lengkung Henle yang pendek. 
  2. Nefron jukstamedula, yaitu nefron yang berlanjut sampai ke dalam medulla, dengan lengkung Henle yang panjang.


Jadi sobat glomerulus, tubulus proksimal, tubulus distal terletak di korteks sedangkan lengkungan henle dan tubulus kolektifus terletak medulla 

Mekanisme pembentukan urin: 

1. Filtrasi (penyaringan) Darah bertekanan tinggi masuk ke dalam glomerulus dan tersaring dengan tidak meloloskan sel dan protein darah. Penyaringan darah permenit dapat menyaring 1000 ml, Filtrasi darah menghasilkan urin primer. 

2. Reabsorpsi (penyerapan kembali) Urin primer yang masih meloloskan zat penting akan diserap kembali oleh kapiler peritubuler. Reabsorpsi terjadi pada tubulus kontortus proximal, lengkung Henle, dan tubulus kontortus distal. Reabsorpsi dilakukan melalui dua cara: 
  • Reabsorpsi obligat, yaitu reabsorpsi yang mutlak terjadi, yaitu reabsorpsi air (osmosis) dan glukosa, asam amino, vitamin dan mineral (transpor aktif) pada tubulus kontortus proximal.
  • Reabsorpsi fakultatif, yaitu reabsorpsi yang terjadi sesuai kebutuhan tertentu, yaitu reabsorpsi air di lengkung Henle, tubulus kontortus distal dan tubulus kolektivus.
Reabsorpsi urin primer menghasilkan urin sekunder. 

3. Augmentasi (penambahan) Urin sekunder kemudian mengalami penambahan zat, seperti urobilin, H+, NH4+ dan urea. Penambahan zat-zat ini memberikan warna dan bau pada urin. Augmentasi menghasilkan urin tersier atau urin sesungguhnya. 

Sesudah menghasilkan urin sesungguhnya diteruskan ke pelvis renalis - ureter - kandung kemih - uretra

Faktor yang mempengaruhi pembentukan urin: 

1. Hormon anti-diuretik (ADH) ADH dihasilkan kelenjar hipofisis yang mengatur jumlah cairan dan volume urin akhir pada tubulus kontortus distal dan tubulus kolektivus dengan mengatur reabsorpsi dan permeabilitas tubulus.

2. Zat diuretik Konsumsi zat diuretik (misalnya teh) menghambat reabsorpsi air menyebabkan volume urin bertambah.

3. Suhu dan Ketika suhu panas, respirasi sel meningkat dan cairan tubuh keluar melalui keringat (dehidrasi), sehingga volume urin berkurang. Ketika suhu lingkungan dingin, respirasi sel menurun dan cairan tetap disimpan dalam tubuh (kelebihan air), sehingga volume urin bertambah.

4. Jumlah air atau cairan tubuh Warna urin disebabkan oleh adanya urobilin, namun kepekatannya diatur volume urin. 

Hubungan warna urine dan kondisi yang mungkin diderita

Misalkan urine bapak a bewarna orange : Nah kemungkinan bapak a mengalami masalah kesehatan pada hati atau saluran empedu, terutama jika disertai dengan warna feses yang terlihat pucat atau putih. Selain itu bapak a juga bisa mengalami dehidrasi atau karena efek samping kemoterapi, obat pencahar, dan obat anti radang sulfasazine

Misalkan urine bapak b bewarna merah atau terdapat darah : Kemungkinan ini menujukkan adanya penyakit tertentu. Atau bisa juga mengalami infeksi saluran kemih, penyakit ginjal, tumor atau batu ginjal, gangguan prostat, anemia hemolitik atau kelainan genetik porfiria

Misalkan ibu y sering buang air kecil : Kemungkinan ibu y terlalu banyak minum namun jika ibu y sering buang air kecil padahak ibu y sedikit minum maka kemungkinan ibu y mengalami masalah infeksi saluran kemih, kandung kemih terlalu aktif, infeksi ginjal, batu ginjal, kehamilan, diabetes, dan faktor psikologis.

Terdapat glukosa pada urine bapak x : kemungkinan bapak x mengalami glikosuria. Kondisi ini dapat di cek pada urine yang ditetesi benedict atau fehling a dan b

Hasil uji urine bapak b menunjukkan adanya albumin pada urinenya : kemungkinan bapak b mengalami proteinuria. Kondisi ini dapat dicek pada urine yang ditetesi biuret

Paru Paru atau Pulmo 


Paru-paru adalah organ yang mengekskresikan uap air dan karbondioksida yang dihasilkan melalui proses respirasi aerob. Pertukaran karbondioksida terjadi melalui mekanisme berikut: 

1. Respirasi pada mitokondria sel menghasikan zat sisa yaitu CO2.

2. Karbondioksida berdifusi dari sel menuju kapiler vena lalu dibawa ke alveolus dengan tiga cara: 
  • Oleh plasma darah Setidaknya 5% CO2 larut dalam plasma darah membentuk: CO2 + H2O-----H2CO3b. 
  • Oleh hemoglobin Setidaknya 30% CO2 membentuk karbominohemoglobin. Hb + CO2---HbCO2 ( karbinohemoglobin )
  • Dengan pertukaran klorida Setidaknya 65% CO2 diangkut dalam bentuk ion bikarbonat menurut reaksi: CO2 + H2O ---- H2CO3, H2CO3---H+ + HCO3- Ion bikarbonat kemudian keluar menuju plasma darah, bertukar dengan ion Cl-, Dengan bantuan karbon anhydrase.

3. Karbondioksida dilepaskan darah dan berdifusi melalui alveolus menuju paru-paru, dan keluar dari tubuh melalui ekspirasi.  

Catatan : jika sobat ingin tau mengenai penukaran oksigen dan karbon dioksida serta volume paru paru sobat bisa baca mengenai sistem respirasi ya.

Hati atau Hepar


Hati atau hepar adalah organ yang mengekskresikan zat-zat sisa melalui cairan empedu. Cairan empedu dihasilkan oleh hati dan disimpan dalam kantong empedu. Fungsi cairan empedu: 

  1. Mengemulsi lemak. 
  2. Mengubah zat yang tidak dapat larut dalam air menjadi larut dalam air. 
  3. Mengaktifkan enzim lipase. 
  4. Membantu absorpsi lemak di usus. 
  5. Membuang zat-zat sisa. 
  6. Merombak eritrosit
  7. Membentuk dan merombak protein
Komposisi getah empedu yaitu air, garam mineral, asam empedu, fosfolipid, kolesterol, dan pigmen empedu (bilirubin/biliverdin). 

Hati merupakan tempat proses siklus/ pembentukan urea terjadi, dengan bantuan asam amino ornitin.  

1. Amonia, karbondioksida dan ornitin membentuk sitrulin. NH3 + CO2 + ornitin---sitrulin 
2. Sitrulin dan amonia membentuk arginin. sitrulin + NH3---arginin 
3. Arginin dengan bantuan enzim arginase akan diubah menjadi ornitin dan urea. arginin---ornitin + urea 

Hati merupakan organ tempat perombakan eritrosit yang sudah tua/rusak menjadi tiga bentuk, yaitu zat besi, globin, dan hemin. 

Mekanisme perombakan eritrosit:

1. Eritrosit yang menjadi zat besi dan globin dibawa ke sumsum tulang, menjadi bahan pembentuk antibodi, hemoglobin dan eritrosit.
2. Eritrosit yang menjadi hemin diubah menjadi pigmen empedu:

  • Bilirubin dibawa ke usus halus, lalu dioksidasi menjadi urobilin dan mewarnai feses dan urin. 
  • Biliverdin disalurkan ke kantung empedu dan menjadi pigmen empedu. 
Catatan : eritrosit akan dirombak dalam kurun waktu 120 hari.

Kulit atau Derma 


Kulit atau integumen adalah organ yang mengekskresikan zat-zat sisa melalui keringat. 

Komposisi keringat adalah air, garam mineral (terutama NaCl), urea, minyak, asam, dan sisa metabolisme sel. 

Faktor yang mempengaruhi jumlah keringat: 

  1. Jenis kelamin
  2. Aktivitas tubuh
  3. Suhu tubuh dan lingkungan 
  4. Makanan
  5. Kondisi kesehatan 

Fungsi kulit:

  1. Alat ekskresi keringat. 
  2. Pertahanan terluar tubuh dari lingkungan yang merugikan.
  3. Pengatur suhu dan pengeluaran air tubuh.
  4. Tempat penyimpanan cadangan lemak.
  5. Alat indra peraba. 

Bagian Bagian dan Struktur Kulit 



a.  Epidermis atau kulit ari, jaringan epitel yang tersusun atas sel kulit hidup dan mati, yang terdiri dari empat lapisan dari atas, yaitu stratum korneum (kulit tanduk), lusidum, granulosum dan germinativum.

b. Dermis atau korium (kulit jangat), jaringan ikat yang di dalamnya terdapat kapiler darah, sel reseptor kulit, kelenjar keringat, kelenjar minyak, dan akar rambut.

c. Hipodermis (lapisan subkutan), jaringan ikat yang di dalamnya terdapat kapiler darah, lapisan lemak, dan jaringan saraf.

d. Pori-pori

e. Kapiler darah

f. Kelenjar keringat (glandula sudorifera), berupa pipa terpilin yang menghasilkan keringat.

g. Kelenjar minyak (glandula sebacea), terletak dekat akar rambut yang memberi minyak kepada rambut.

h. Rambut


Produksi keringat oleh kelenjar keringat ada dibawah pengaturan hipotalamus dan enzim brandikinin yang dirangsang oleh perubahan suhu darah. 

Mekanisme produksi keringat pada kenaikan suhu tubuh:

  1. Kenaikan suhu tubuh menyebabkan meningkatnya suhu darah.
  2. Tubuh menormalkan suhu tubuh dengan vasodilatasi (pelebaran kapiler darah) di sekitar kulit sebagai tempat pengeluaran panas. 
  3. Epidermis kulit yang panas kemudian didinginkan oleh keringat menyebabkan suhu tubuh kembali normal. 

Mekanisme produksi keringat pada penurunan suhu tubuh: 

  1. Penurunan suhu tubuh menyebabkan turunnya suhu darah. 
  2. Tubuh menormalkan suhu tubuh dengan vasokonstriksi (penyempitan kapiler darah) di sekitar kulit pengeluaran panas. 



Akhir Kata


Mungkin sampai disini dulu pembahasan kita ya, nantikan juga artikel kami lainnya ya. Oh iya jangan lupa untuk mengikuti blog ini supaya sobat tidak ketinggalan artikel artikel kami yang baru update ya.

Admin mau ucapin terimakasih nih buat sobat yang telah membaca artikel ini. Dan jangan lupa juga jaga kesehatan sobat, dahh.... Sampai jumpa ......

Baca juga