Ayo Belajar Besaran Dan Pengukuran Terlengkap - CariPengetahuan-Id

Hai guys, apa kabar kalian semua ? Saya yakin kalian semua baik baik sajakan. Nah kali ini admin akan membahas bab yang paling dasar pada fisika yaitu besaran dan pengkuran yuk tanpa basa basi lagi kita bahas selengkapnya.

Besaran dan satuan

Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur dan dapat dinyatakan dengan bilangan dan satuan.
Satuan adalah sesuatu yang menyatakan ukuran suatu besaran yang diikuti bilangan.
Besaran dalam fisika terbagi menjadi dua:
  • Besaran pokok, yaitu besaran yang satuannya telah ditentukan secara internasional (SI) sebagai dasar besaran lain (turunan).
Tujuh besaran pokok:


  • Besaran turunan, yaitu besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok.Beberapa besaran turunan, yaitu:


Besaran berdasarkan arahnya terdiri dari:
  • Besaran skalar, besaran yang tak punya arah.Contoh: massa (m), panjang (L), waktu (t), kelajuan (v), massa jenis (ρ).
  • Besaran vektor, besaran yang punya arah.Contoh: gaya (F⃗ ), percepatan (a⃗ ), kecepatan (v⃗ ), momentum (p⃗ ).

Pengukuran

Pengukuran adalah membandingkan suatu besaran yang diukur dengan besaran lain.Beberapa perbandingan internasional pada besaran pokok per satuannya:

  • Panjang : Satu meter didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh cahaya dalam vakum, dalam selang waktu 1/299.792.458 s.
  • Massa : Satu kilogram didefinisikan sebagai massa 1 liter air murni bersuhu 4°C.
  • Waktu : Satu detik didefinisikan sebagai waktu yang diperlukan atom cesium-133 untuk bergetar sebanyak 9.192.631.770 kali.
  • Kuat arus listrik : Satu Ampere didefinisikan sebagai kuat arus yang dialirkan melalui dua buah kawat yang sejajar dan diletakkan pada jarak pisah 1 m dalam vakum, menghasilkan gaya 2 x 10-7 N tiap meter kawat.
  • Suhu : Satu Kelvin didefinisikan sebagai 1/273.16 kali suhu termodinamika titik tripel air.
  • Intensitas cahaya : Satu candela didefinisikan sebagai intensitas cahaya suatu sumber cahaya yang memancarkan radiasi monokromatik pada frekuensi 540 x 1012 Hz dengan intensitas radiasi sebesar 1/683 W/Sr.
  • Jumlah zat : Satu mol didefinisikan sebagai jumlah zat yang mengandung zat elementer sebanyak atom yang terdapat pada 0.012 kg karbon-12.Walaupun telah memiliki definisi, pengukuran masih memiliki kesalahan atau ketidakpastian dalam pengukurannya.
Kesalahan pengukuran sistematis diakibatkan:
  1. Keterbatasan ketelitian alat ukur.
  2. Kesalahan pengaturan/kalibrasi alat ukur.
  3. Kesalahan sudut pandang (paralaks) saat membaca alat ukur.
  4. Kesalahan akibat penyederhanaan nilai/sistem.
  5. Pengukuran tunggal sehingga tidak akurat.
Oleh karena itu, kesalahan relatif atau batas suatu toleransi pengukuran harus selalu dicantumkan dalam hasil pengukuran

Alat Untuk Pengukur Panjang

Dalam pengukuran panjang, dapat digunakan:
Penggaris/mistar
Penggaris adalah alat ukur panjang dengan ketelitian 1 mm/0,1 cm



Pengukuran :

x = x2 – x1 atau l = x ± Δx

Jangka sorong
Jangka sorong adalah alat ukur panjang dengan ketelitian 0,1 mm/0,01 cm.


Pengukuran
x = xutama + xnonius atau l = x ± Δx

x utama = 3,1 cm dan x nonius = 0,07 cm
x = 3,17 cm dan l = 3,17 ± 0,005 cm

Panjang pada skala utama (xutama) adalah skala yang terdapat di sebelah kiri titik 0 skala nonius.
Panjang pada skala nonius (xnonius) adalah skala yang berimpit dengan skala utama.

Mikrometer sekrup
Mikrometer sekrup adalah alat ukur panjang dengan ketelitian 0,01 mm/0,001 cm
Panjang pada skala utama (xutama) adalah skala terpanjang yang masih dapat terbaca.
Panjang pada skala nonius (xnonius) adalah skala yang berimpit dengan skala utama.

x = xutama + xnonius dan  l = x ± Δx

Neraca lengan/Ohaus

Neraca lengan adalah alat ukur massa dengan ketelitian 0,01 g.Neraca lengan terdiri dari tempat beban, skala beban, beban geser, sistem pengatur khusus dan penunjuk.Cara pengukuran massa menggunakan neraca lengan:

1) Atur beban geser pada posisi nol dan sistem pengatur khusus, sehingga neraca lengan berada dalam keadaan seimbang. 
2) Letakkan benda yang akan diukur pada tempat beban.
3) Atur beban geser yang ada sehingga neraca seimbang.
4) Jumlahkan seluruh bacaan skala masing masing lengan skala yang merupakan massa benda yang diukur.

Neraca pegas
Neraca pegas adalah alat ukur massa dengan ketelitian 0,5 g.Neraca pegas terdiri dari pegas dan selongsong besi yang ujungnya terdapat pengait.Cara pengukuran massa dengan neraca pegas adalah dengan menggantung benda yang akan diukur pada pengait neraca. Bacaan skala yang ditunjuk oleh penunjuk neracasama dangan massa benda yang diukur.

Stopwatch

Stopwatch analog adalah alat ukur waktu yang memiliki ketelitian 1 s, adapun stopwatch digital dapat memiliki ketelitian yang lebih presisi.Stopwatch analog terdiri dari tombol dan jarum penunjuk.

a. Tombol stopwatch terdiri dari tombol mulai, berhenti dan reset. Tombol reset berfungsi untuk mengembalikan jarum penunjuk ke posisi nol.
b. Jarum jam terdiri dari jarum besar dan jarum kecil. Jarum besar adalah jarum yang menunjukkan menit, sedangkan jarum kecil adalah jarum yang menunjukkan detik.

Cara pengukuran waktu menggunakan stopwatch:
1) Tekan tombol reset lalu lepaskan sehingga jarum penunjuk kembali ke posisi nol.
2) Tekan tombol mulai lalu lepaskan ketika hendak memulai pengukuran.
3) Tekan tombol berhenti lalu lepaskan ketika pengukuran tepat selesai.
4) Hasil akhir adalah penjumlahan bacaan jarum besar (menit) dengan bacaan jarum kecil 
(detik).

Termometer adalah alat untuk pengukur suhu ada bebagai termometer sebenarnya 

Oke sampai disini saja ya, nantikan artikel artikel menarik kami ya. Terimakasih ya sudah membaca artikel ini, sampai jumpa dilain artikel. Happy nice day ≧∇≦

Ayo Belajar Besaran Dan Pengukuran Terlengkap


Hai guys, apa kabar kalian semua ? Saya yakin kalian semua baik baik sajakan. Nah kali ini admin akan membahas bab yang paling dasar pada fisika yaitu besaran dan pengkuran yuk tanpa basa basi lagi kita bahas selengkapnya.

Besaran dan satuan

Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur dan dapat dinyatakan dengan bilangan dan satuan.
Satuan adalah sesuatu yang menyatakan ukuran suatu besaran yang diikuti bilangan.
Besaran dalam fisika terbagi menjadi dua:
  • Besaran pokok, yaitu besaran yang satuannya telah ditentukan secara internasional (SI) sebagai dasar besaran lain (turunan).
Tujuh besaran pokok:


  • Besaran turunan, yaitu besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok.Beberapa besaran turunan, yaitu:


Besaran berdasarkan arahnya terdiri dari:
  • Besaran skalar, besaran yang tak punya arah.Contoh: massa (m), panjang (L), waktu (t), kelajuan (v), massa jenis (ρ).
  • Besaran vektor, besaran yang punya arah.Contoh: gaya (F⃗ ), percepatan (a⃗ ), kecepatan (v⃗ ), momentum (p⃗ ).

Pengukuran

Pengukuran adalah membandingkan suatu besaran yang diukur dengan besaran lain.Beberapa perbandingan internasional pada besaran pokok per satuannya:

  • Panjang : Satu meter didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh cahaya dalam vakum, dalam selang waktu 1/299.792.458 s.
  • Massa : Satu kilogram didefinisikan sebagai massa 1 liter air murni bersuhu 4°C.
  • Waktu : Satu detik didefinisikan sebagai waktu yang diperlukan atom cesium-133 untuk bergetar sebanyak 9.192.631.770 kali.
  • Kuat arus listrik : Satu Ampere didefinisikan sebagai kuat arus yang dialirkan melalui dua buah kawat yang sejajar dan diletakkan pada jarak pisah 1 m dalam vakum, menghasilkan gaya 2 x 10-7 N tiap meter kawat.
  • Suhu : Satu Kelvin didefinisikan sebagai 1/273.16 kali suhu termodinamika titik tripel air.
  • Intensitas cahaya : Satu candela didefinisikan sebagai intensitas cahaya suatu sumber cahaya yang memancarkan radiasi monokromatik pada frekuensi 540 x 1012 Hz dengan intensitas radiasi sebesar 1/683 W/Sr.
  • Jumlah zat : Satu mol didefinisikan sebagai jumlah zat yang mengandung zat elementer sebanyak atom yang terdapat pada 0.012 kg karbon-12.Walaupun telah memiliki definisi, pengukuran masih memiliki kesalahan atau ketidakpastian dalam pengukurannya.
Kesalahan pengukuran sistematis diakibatkan:
  1. Keterbatasan ketelitian alat ukur.
  2. Kesalahan pengaturan/kalibrasi alat ukur.
  3. Kesalahan sudut pandang (paralaks) saat membaca alat ukur.
  4. Kesalahan akibat penyederhanaan nilai/sistem.
  5. Pengukuran tunggal sehingga tidak akurat.
Oleh karena itu, kesalahan relatif atau batas suatu toleransi pengukuran harus selalu dicantumkan dalam hasil pengukuran

Alat Untuk Pengukur Panjang

Dalam pengukuran panjang, dapat digunakan:
Penggaris/mistar
Penggaris adalah alat ukur panjang dengan ketelitian 1 mm/0,1 cm



Pengukuran :

x = x2 – x1 atau l = x ± Δx

Jangka sorong
Jangka sorong adalah alat ukur panjang dengan ketelitian 0,1 mm/0,01 cm.


Pengukuran
x = xutama + xnonius atau l = x ± Δx

x utama = 3,1 cm dan x nonius = 0,07 cm
x = 3,17 cm dan l = 3,17 ± 0,005 cm

Panjang pada skala utama (xutama) adalah skala yang terdapat di sebelah kiri titik 0 skala nonius.
Panjang pada skala nonius (xnonius) adalah skala yang berimpit dengan skala utama.

Mikrometer sekrup
Mikrometer sekrup adalah alat ukur panjang dengan ketelitian 0,01 mm/0,001 cm
Panjang pada skala utama (xutama) adalah skala terpanjang yang masih dapat terbaca.
Panjang pada skala nonius (xnonius) adalah skala yang berimpit dengan skala utama.

x = xutama + xnonius dan  l = x ± Δx

Neraca lengan/Ohaus

Neraca lengan adalah alat ukur massa dengan ketelitian 0,01 g.Neraca lengan terdiri dari tempat beban, skala beban, beban geser, sistem pengatur khusus dan penunjuk.Cara pengukuran massa menggunakan neraca lengan:

1) Atur beban geser pada posisi nol dan sistem pengatur khusus, sehingga neraca lengan berada dalam keadaan seimbang. 
2) Letakkan benda yang akan diukur pada tempat beban.
3) Atur beban geser yang ada sehingga neraca seimbang.
4) Jumlahkan seluruh bacaan skala masing masing lengan skala yang merupakan massa benda yang diukur.

Neraca pegas
Neraca pegas adalah alat ukur massa dengan ketelitian 0,5 g.Neraca pegas terdiri dari pegas dan selongsong besi yang ujungnya terdapat pengait.Cara pengukuran massa dengan neraca pegas adalah dengan menggantung benda yang akan diukur pada pengait neraca. Bacaan skala yang ditunjuk oleh penunjuk neracasama dangan massa benda yang diukur.

Stopwatch

Stopwatch analog adalah alat ukur waktu yang memiliki ketelitian 1 s, adapun stopwatch digital dapat memiliki ketelitian yang lebih presisi.Stopwatch analog terdiri dari tombol dan jarum penunjuk.

a. Tombol stopwatch terdiri dari tombol mulai, berhenti dan reset. Tombol reset berfungsi untuk mengembalikan jarum penunjuk ke posisi nol.
b. Jarum jam terdiri dari jarum besar dan jarum kecil. Jarum besar adalah jarum yang menunjukkan menit, sedangkan jarum kecil adalah jarum yang menunjukkan detik.

Cara pengukuran waktu menggunakan stopwatch:
1) Tekan tombol reset lalu lepaskan sehingga jarum penunjuk kembali ke posisi nol.
2) Tekan tombol mulai lalu lepaskan ketika hendak memulai pengukuran.
3) Tekan tombol berhenti lalu lepaskan ketika pengukuran tepat selesai.
4) Hasil akhir adalah penjumlahan bacaan jarum besar (menit) dengan bacaan jarum kecil 
(detik).

Termometer adalah alat untuk pengukur suhu ada bebagai termometer sebenarnya 

Oke sampai disini saja ya, nantikan artikel artikel menarik kami ya. Terimakasih ya sudah membaca artikel ini, sampai jumpa dilain artikel. Happy nice day ≧∇≦