Pengertian, Rumus, Dan Juga Contoh Pesawat Sederhana. - CariPengetahuan-Id

    Social Items

Hallo para pencari pengetahuan. Admin kembali lagi nih, loh buat apa admin kembali lagi ? Lah kan admin sering bagi bagi pengetahuan. Pada kesempatan kali ini admin akan kasih tau kalian apa itu pesawat sederhana, bagi para pembaca jangan dikira pesawat sederhana itu adalah pesawat terbang yang sederhana ya.

Para pembaca tau tidak pesawat sederhana itu apa ? Ayo pa ayo ? Pesawat sederhana adalah suatu bentuk alat untuk mempermudahkan pekerjaan manusia karena banyak pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan jika kita menggunakan satu tenaga saja. Nah kalian sudah taukan apa itu pesawat sederhana, diingat ya para pembaca.
Sebenarnya pesawat sederhana itu adalah pembagian dari jenis pesawat.selain jenis pesawat sederhana ada juga pesawat rumit seperti :
  • Mesin cuci.
  • Mixer.
  • Blender.
  • Dan sebagainya.

Macam macam pesawat sederhana.

Tuas atau pengungkit.


Tuas memiliki bagian bagian utama yaitu :
  • Titik tumpu adalah titik tempat batang ditumpu dan tempat batang berputar.
  • Titik kuasa adalah titik tempat diadakannya gaya.
  • Titik beban adalah titik tempat bekerjanya beban.
Pada tuas berlaku persamaan persamaan berikut :

W × Lb = F × Lk

Keuntungan mekanis (M) = Lk/Lb = W/F

Dengan 
W adalah berat beban.
Lb adalah lengan beban.
F adalah gaya.
Lk adalah lengan kuasa

Terdapat beberapa jenis tuas yaitu :
  • Tuas jenis pertama yaitu pengungkit yang titik tumpu pengungkitnya diantara beban dan kuasa contoh gunting, timbangan, jungkat jungkit, pencabut paku, pengungkit benda dan lain lain.
  • Tuas jenis kedua yaitu pengungkit yang bebannya terletak di antara titik tumpu dan titik kuasa contoh gerobak beban dan pemecah pala.
  • Tuas jenis ketiga yaitu pengungkit yang kuasanya terletak diantara titik tumpu dan beban contoh sekrup dan lengan.

Katrol.



Contoh alat yang menggunakan prinsip katrol adalah katrol pada tiang bendera dan pada timba air pada sumur, pada katrol berlaku persamaan berikut :

W × Lb = F × Lk

Keuntungan mekanis (M) = Lb/Lk = W/F

Katrol terbagi dalam berbagai jenis yaitu katro bergerak, katrol tetap dan katrol takal.
  • Keuntungan mekanis katrol tetap adalah 1
  • Keuntungan mekanis katrol bergerak adalah 2
  • Keuntungan mekanis katrol takal adalah bergantung pada jumlah tali.

Bidang miring.

Contoh bidang miring adalah seluncuran air, papan seluncur, tangga dan lain lain. Keuntungan mekanis pada bidang miring dapat dihitung dengan rumus berikut :

M = s/h = W/F

Dengan 
S adalah panjang bidang miring.
h adalah tinggi bidang miring.

Cukup sampai disini ya para pembaca, terima kasih telah membaca artikel kami semoga pengetahuan yang kalian dapat bermanfaat. Nantikan lagi ya para pembaca artikel kami yang lainnya. Salam sejahtera bagi para pencari pengetahuan.

Pengertian, Rumus, Dan Juga Contoh Pesawat Sederhana.

Hallo para pencari pengetahuan. Admin kembali lagi nih, loh buat apa admin kembali lagi ? Lah kan admin sering bagi bagi pengetahuan. Pada kesempatan kali ini admin akan kasih tau kalian apa itu pesawat sederhana, bagi para pembaca jangan dikira pesawat sederhana itu adalah pesawat terbang yang sederhana ya.

Para pembaca tau tidak pesawat sederhana itu apa ? Ayo pa ayo ? Pesawat sederhana adalah suatu bentuk alat untuk mempermudahkan pekerjaan manusia karena banyak pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan jika kita menggunakan satu tenaga saja. Nah kalian sudah taukan apa itu pesawat sederhana, diingat ya para pembaca.
Sebenarnya pesawat sederhana itu adalah pembagian dari jenis pesawat.selain jenis pesawat sederhana ada juga pesawat rumit seperti :
  • Mesin cuci.
  • Mixer.
  • Blender.
  • Dan sebagainya.

Macam macam pesawat sederhana.

Tuas atau pengungkit.


Tuas memiliki bagian bagian utama yaitu :
  • Titik tumpu adalah titik tempat batang ditumpu dan tempat batang berputar.
  • Titik kuasa adalah titik tempat diadakannya gaya.
  • Titik beban adalah titik tempat bekerjanya beban.
Pada tuas berlaku persamaan persamaan berikut :

W × Lb = F × Lk

Keuntungan mekanis (M) = Lk/Lb = W/F

Dengan 
W adalah berat beban.
Lb adalah lengan beban.
F adalah gaya.
Lk adalah lengan kuasa

Terdapat beberapa jenis tuas yaitu :
  • Tuas jenis pertama yaitu pengungkit yang titik tumpu pengungkitnya diantara beban dan kuasa contoh gunting, timbangan, jungkat jungkit, pencabut paku, pengungkit benda dan lain lain.
  • Tuas jenis kedua yaitu pengungkit yang bebannya terletak di antara titik tumpu dan titik kuasa contoh gerobak beban dan pemecah pala.
  • Tuas jenis ketiga yaitu pengungkit yang kuasanya terletak diantara titik tumpu dan beban contoh sekrup dan lengan.

Katrol.



Contoh alat yang menggunakan prinsip katrol adalah katrol pada tiang bendera dan pada timba air pada sumur, pada katrol berlaku persamaan berikut :

W × Lb = F × Lk

Keuntungan mekanis (M) = Lb/Lk = W/F

Katrol terbagi dalam berbagai jenis yaitu katro bergerak, katrol tetap dan katrol takal.
  • Keuntungan mekanis katrol tetap adalah 1
  • Keuntungan mekanis katrol bergerak adalah 2
  • Keuntungan mekanis katrol takal adalah bergantung pada jumlah tali.

Bidang miring.

Contoh bidang miring adalah seluncuran air, papan seluncur, tangga dan lain lain. Keuntungan mekanis pada bidang miring dapat dihitung dengan rumus berikut :

M = s/h = W/F

Dengan 
S adalah panjang bidang miring.
h adalah tinggi bidang miring.

Cukup sampai disini ya para pembaca, terima kasih telah membaca artikel kami semoga pengetahuan yang kalian dapat bermanfaat. Nantikan lagi ya para pembaca artikel kami yang lainnya. Salam sejahtera bagi para pencari pengetahuan.