MENAKJUBKAN!! Mengenal Lebih Dekat Planet Saturnus - CariPengetahuan-Id

    Social Items

Pengetahuan Planet Saturnus beserta satelit-satelit alam nya. 


Saturnus adalah planet keenam dari Matahari dan yang paling jauh yang bisa dilihat dengan mata telanjang. Saturnus adalah planet terbesar kedua dan terkenal karena sistem cincinnya yang luar biasa yang pertama kali diamati pada tahun 1610 oleh astronom Galileo Galilei. Seperti Jupiter, Saturnus adalah planet gas raksasa dan terdiri dari gas serupa termasuk hidrogen, helium, dan metana.

Fakta Mengenai Planet Saturnus


1. Saturnus dapat dilihat dengan mata telanjang.
objek paling terang kelima di tata surya dan juga mudah dilihat melalui teropong atau teleskop kecil.

2.Saturnus dikenal oleh orang-orang kuno, termasuk para pengamat Babilonia dan Timur Jauh.
Planet ini dinamai berdasarkan dewa Romawi Saturnus,yang dikenal orang Yunani sebagai Cronus.

3. Saturnus adalah planet paling datar.
Diameter kutubnya adalah 90% dari diameter khatulistiwa,hal ini disebabkan oleh kepadatan yang rendah dan rotasi yang lumayan cepat. Saturnus berputar pada sumbunya sekali setiap 10 jam dan 34 menit.dengan waktu yang sangat singkat, menjadikannya hari terpendek kedua dibandingkan dengan planet tata surya mana pun.

4.  Saturnus memmerlukan 29.4 tahun untuk satu kali mengorbit matahari. 
Gerakannya yang lambat terhadap latar belakang bintang membuatnya mendapat julukan "Lubadsagush" dari bangsa Asyur kuno. Namanya berarti "yang tertua dari yang lama".

5. Atmosfer atas Saturnus terbagi menjadi kumpulan awan.
Lapisan atas sebagian besar adalah es amonia.  Di bawahnya terdiri dari awan yang sebagian besar adalah air es.  Di bawahnya lagi adalah lapisan campuran es hidrogen dan belerang dingin.

Planet yang Indah


Zaman dahulu, Saturnus dianggap sebagai pembawa sial. Jika dibandingkan dengan yang lain, Saturnus terlihat suram. Dilihat dengan mata telanjang, Saturnus tampak sebagai sebuah bintang yang amat cerah. Akan tetapi, kecerahan Saturnus kalah jauh dibanding Venus, Mars, dan Jupiter. Saturnus hanya memiliki kecerahan
yang hampir sama dengan Merkurius planet terdekat dengan Matahari–.

Saturnus,Setelah Penemuan Teleskop


Saturnus adalah planet keenam dalam sistem tata surya. Planet raksasa kedua ini merupakan planet yang sangat indah. Sistem cincin Saturnus memberikan pemandangan yang menakjubkan. Sebagai kelompok empat planet raksasa dalam sistem taat surya, Saturnus mempunyai diameter 119.871 km dengan massa kira-kira 586,5 x 1024 kg. Massa Saturnus 95 kali massa Bumi.

Dengan mata telanjang, sistem cincin Saturnus tidak dapat dilihat. Keindahan Saturnus dapat kita nikmati setelah adanya penemuan teleskop pada abad XVII. Pada tanggal 12 Juli 1981, pesawat ruang angkasa Voyager 2 berhasil mengabadikan gambar Saturnus yang diambil dari jarak 43 juta km.

Gerakan Saturnus


Gerakan Saturnus Jarak rata-rata Saturnus dari Matahari adalah 1.428 juta km. Planet dengan diameter 120.536 km ini membutuhkan waktu 29,5 tahun Bumi untuk sekalimengorbit Matahari. Waktu yang dibutuhkan Saturnus untuk satu kali rotasi adalah 10,67 jam.

Yuks Menuju Bagian Dalam Saturnus


Saturnus tidak memiliki lapisan-lapisan seperti planet terestrial. Saturnus tidak memiliki banyak bahan-bahan padat di dalamnya. Sebaian bahan penyusun Saturnus adalah Hidrogen dan Helium yang berwujud cair dalam tekanan yang tinggi
berada di lapisan luar. Saturnus tersusun oleh 75 persen Hidrogen dan 25 persen
Helium dengan sedikit air, Metana, amoniak, dan batu. Gerakan yang terjadi di
bagian dalam Saturnus menyebabkan munculnya medan maget yang menghasilkan magnetosfer

Source : Wikipedia

Cincin-Cincin Saturnus


Galileo adalah orang pertama yang
mengamati Saturnus menggunakan teleskop,yaitu pada tahun1610.Dalam pengamatannya,Galileo menemukan keanehan pada Saturnus.Galileo melihat adanya dua gumpalan disekeliling Saturnus,tapi dia tidak tahu gumpalan apakah itu.Selanjutnya,Christian Huygens
menemukan bahwa gumpalan itu adalah cincin.

Atmosfer Cincin

Sesua idata yang diperoleh pesawat ruang angkasa Cassini, cincin Saturnus ternyata memiliki atmosfernya sendiri.Atmosfer itu
terpisah dari atmosfer Saturnus.

Pada tahun 1675, Cassini menemukan celah di antara cincin A dan B. Selanjutnya celah ini disebut divisi Cassini. Cincin ketiga, yang dinamakan cincin C,ditemukan pada tahun 1800. Selanjutnya, sampai tahun 1979, ditemukan cincin E, F,dan G, ketika pesawat ruang angkasa Pioner 11 dan Voyager terbang ke Saturnus.Mereka juga menemukan celah kecil di antara cincin A dan F, dan disebut sebagai divisi Encke.

Cincin-cincin Saturnus masih merupakan misteri bagi para ilmuwan. Adanya gravitasi Saturnus menyebabkan partikel-partikel kecil tersusun dalam daerah cincin. Ini juga mencegah bongkahan-bongkahan es dan batu untuk bersatu membentuk satelit alam.

Setiap planet mempunyai jarak tertentu dari planet yang disebut sebagai batas Roche. Tergantung dari besar kecil gaya gravitasi planet, sesuatu yang berada di dalam batas Roche tidak dapat bersatu membentuk sebuah benda yang lebih besar. Itulah sebabnya kebanyakan partikel hanya berukuran beberapa sentimeter.
Bagaimanapun, sebagian besar satelit alam-satelit alam Saturnus berada di luar batas Roche, sehingga mereka dapat berkumpul bersama.

Cincin Saturnus terutama tersusun oleh partikel-partikel es dan batu. Cincin cincin Saturnus terlihat berada dalam satu luasan yang lebar dan serupa pita berwarna, tapi sebenarnya antarcincin terpisah oleh pita kecil. Ukuran partikel penyusun cincin beragam, dari beberapa sentimeter sampai lebih dari satu kilometer.

Cincin Saturnus merupakan lapisan yang luar biasa tipis. Cincin yang diameternya mencapai 250.000 km atau lebih ini mempunyai ketebalan yang tidak lebih dari 1 km! Meskipun memberikan penampakan yang mengesankan, sesungguhnya.

cincin Saturnus hanya mengandung sedikit material. Jika cincin-cincin Saturnus
dipadatkan maka diperoleh sebuah benda yang membentang tidak lebih dari 100 km.

Lalu, mengapa lapisan cincin Saturnus yang sangat tipis dapat terlihat begitu indah? Partikel-partikel es dalam cincin membentuk efek pelangi seperti semprotan
warna yang terpancar dari Matahari. Sinar Matahari dibiaskan oleh partikel partikel es sehingga memberikan penampakan warna yang begitu indah.

Banyak orang yang terpesona dengan keindahan cincin Saturnus. Meskipun
Saturnus bukan satu-satunya planet bercincin, tetapi Saturnus merupakan planet terkenal di antara planet-planet bercincin.

Satelit-satelit Alam Saturnus


Titans,Satelit Alam Ber-Atmosfer



Titan ditemukan oleh astronom Belanda Christian Huygens pada tahun1655.Titan
merupakan satelit alam Saturnus yang terbesar.DiameterTitan mencapai 5.150.kilometer. 

Titan lebih besar daripada Merkurius dan Pluto. Titan mengorbit Saturnus pada jarak 1.221.830 kilometer.
Titan memiliki atmosfer seperti Bumi. Atmosfer Titan sebagian besar tersusun atas Nitrogen. 

Titan merupakan satelit alam yang memiliki atmosfer yang tebal. Tekanan atmosfer Titan kira-kira 60 persen lebih banyak daripada tekanan atmosfer Bumi di atas permukaan laut, kira-kira sama dengan tekanan di dasar kolam renang. Permukaan Titan cukup dingin. Suhunya mencapai 178 derajat celcius di bawah nol.


Tethys



Sci-News.com

ditemukan oleh Giovanni Cassini pada tahun 1864. Tethys memiliki kepadatan
1,2 gram/cm3 . Kepadatan ini menandakan hampir seluruhnya Tethys tersusun dari
air beku (es). Permukaan Tethys dipenuhi kawah dan rekahan-rekahan yang
merupakan patahan es.

Di pemukaan Tethys terdapat palung yang panjangnya mencapai 65 kilometer. Suhu permukaan Tethys mencapai 187 derajat di bawah nol.

Rhea



solarsystem.nasa.gov

Rhea ditemukan pada tahun 1672 oleh Giovanni Cassini. Rhea tidak memiliki atmosfer dan permukaannya diselimuti es. Dengan kepadatan hanya 1,33 gram/cm3
,menandakan Rheaa terususun sebagian besar atas air beku atau es.

Susunan Rheaa hampir sama dengan Dionee. Suhu permukaan Rheaa yang menghadap Matahari sebesar 174 derajat celcius di bawah nol, sedangkan permukaan yang tidak terkena cahaya Matahari 200 derajat celcius di bawah nol.

Dione


britannica.com

Dione ditemukan pada tahun 1684 oleh Giovanni Cassini. Sebagian besar tubuh Rhea tersusun atas es. Kepadatannya hanya sekitar 1,43 gram/cm3 . Beberapa daratan
Rhea dipenuhi kawah dan beberapa tidak. Permukaan Rhea yang dipenuhi kawah
memiliki kawah dengan garis tengah lebih dari 30 kilometer.

Dan masih banyak lagi satelit yang dimiliki saturnus.


Kaskus

Penutup

Sampai sudah di penghujung laman ini.Ayok baca pengetahuan menarik lainya seputar Science disini. Sekian Terimakasih
...

Referesi :
https://space-facts.com/saturn/

Ikhlasul-pgsd-fip-uny/iad

-Satelit Alam Saturnus
-Astronmy planet saturnus

MENAKJUBKAN!! Mengenal Lebih Dekat Planet Saturnus

Pengetahuan Planet Saturnus beserta satelit-satelit alam nya. 


Saturnus adalah planet keenam dari Matahari dan yang paling jauh yang bisa dilihat dengan mata telanjang. Saturnus adalah planet terbesar kedua dan terkenal karena sistem cincinnya yang luar biasa yang pertama kali diamati pada tahun 1610 oleh astronom Galileo Galilei. Seperti Jupiter, Saturnus adalah planet gas raksasa dan terdiri dari gas serupa termasuk hidrogen, helium, dan metana.

Fakta Mengenai Planet Saturnus


1. Saturnus dapat dilihat dengan mata telanjang.
objek paling terang kelima di tata surya dan juga mudah dilihat melalui teropong atau teleskop kecil.

2.Saturnus dikenal oleh orang-orang kuno, termasuk para pengamat Babilonia dan Timur Jauh.
Planet ini dinamai berdasarkan dewa Romawi Saturnus,yang dikenal orang Yunani sebagai Cronus.

3. Saturnus adalah planet paling datar.
Diameter kutubnya adalah 90% dari diameter khatulistiwa,hal ini disebabkan oleh kepadatan yang rendah dan rotasi yang lumayan cepat. Saturnus berputar pada sumbunya sekali setiap 10 jam dan 34 menit.dengan waktu yang sangat singkat, menjadikannya hari terpendek kedua dibandingkan dengan planet tata surya mana pun.

4.  Saturnus memmerlukan 29.4 tahun untuk satu kali mengorbit matahari. 
Gerakannya yang lambat terhadap latar belakang bintang membuatnya mendapat julukan "Lubadsagush" dari bangsa Asyur kuno. Namanya berarti "yang tertua dari yang lama".

5. Atmosfer atas Saturnus terbagi menjadi kumpulan awan.
Lapisan atas sebagian besar adalah es amonia.  Di bawahnya terdiri dari awan yang sebagian besar adalah air es.  Di bawahnya lagi adalah lapisan campuran es hidrogen dan belerang dingin.

Planet yang Indah


Zaman dahulu, Saturnus dianggap sebagai pembawa sial. Jika dibandingkan dengan yang lain, Saturnus terlihat suram. Dilihat dengan mata telanjang, Saturnus tampak sebagai sebuah bintang yang amat cerah. Akan tetapi, kecerahan Saturnus kalah jauh dibanding Venus, Mars, dan Jupiter. Saturnus hanya memiliki kecerahan
yang hampir sama dengan Merkurius planet terdekat dengan Matahari–.

Saturnus,Setelah Penemuan Teleskop


Saturnus adalah planet keenam dalam sistem tata surya. Planet raksasa kedua ini merupakan planet yang sangat indah. Sistem cincin Saturnus memberikan pemandangan yang menakjubkan. Sebagai kelompok empat planet raksasa dalam sistem taat surya, Saturnus mempunyai diameter 119.871 km dengan massa kira-kira 586,5 x 1024 kg. Massa Saturnus 95 kali massa Bumi.

Dengan mata telanjang, sistem cincin Saturnus tidak dapat dilihat. Keindahan Saturnus dapat kita nikmati setelah adanya penemuan teleskop pada abad XVII. Pada tanggal 12 Juli 1981, pesawat ruang angkasa Voyager 2 berhasil mengabadikan gambar Saturnus yang diambil dari jarak 43 juta km.

Gerakan Saturnus


Gerakan Saturnus Jarak rata-rata Saturnus dari Matahari adalah 1.428 juta km. Planet dengan diameter 120.536 km ini membutuhkan waktu 29,5 tahun Bumi untuk sekalimengorbit Matahari. Waktu yang dibutuhkan Saturnus untuk satu kali rotasi adalah 10,67 jam.

Yuks Menuju Bagian Dalam Saturnus


Saturnus tidak memiliki lapisan-lapisan seperti planet terestrial. Saturnus tidak memiliki banyak bahan-bahan padat di dalamnya. Sebaian bahan penyusun Saturnus adalah Hidrogen dan Helium yang berwujud cair dalam tekanan yang tinggi
berada di lapisan luar. Saturnus tersusun oleh 75 persen Hidrogen dan 25 persen
Helium dengan sedikit air, Metana, amoniak, dan batu. Gerakan yang terjadi di
bagian dalam Saturnus menyebabkan munculnya medan maget yang menghasilkan magnetosfer

Source : Wikipedia

Cincin-Cincin Saturnus


Galileo adalah orang pertama yang
mengamati Saturnus menggunakan teleskop,yaitu pada tahun1610.Dalam pengamatannya,Galileo menemukan keanehan pada Saturnus.Galileo melihat adanya dua gumpalan disekeliling Saturnus,tapi dia tidak tahu gumpalan apakah itu.Selanjutnya,Christian Huygens
menemukan bahwa gumpalan itu adalah cincin.

Atmosfer Cincin

Sesua idata yang diperoleh pesawat ruang angkasa Cassini, cincin Saturnus ternyata memiliki atmosfernya sendiri.Atmosfer itu
terpisah dari atmosfer Saturnus.

Pada tahun 1675, Cassini menemukan celah di antara cincin A dan B. Selanjutnya celah ini disebut divisi Cassini. Cincin ketiga, yang dinamakan cincin C,ditemukan pada tahun 1800. Selanjutnya, sampai tahun 1979, ditemukan cincin E, F,dan G, ketika pesawat ruang angkasa Pioner 11 dan Voyager terbang ke Saturnus.Mereka juga menemukan celah kecil di antara cincin A dan F, dan disebut sebagai divisi Encke.

Cincin-cincin Saturnus masih merupakan misteri bagi para ilmuwan. Adanya gravitasi Saturnus menyebabkan partikel-partikel kecil tersusun dalam daerah cincin. Ini juga mencegah bongkahan-bongkahan es dan batu untuk bersatu membentuk satelit alam.

Setiap planet mempunyai jarak tertentu dari planet yang disebut sebagai batas Roche. Tergantung dari besar kecil gaya gravitasi planet, sesuatu yang berada di dalam batas Roche tidak dapat bersatu membentuk sebuah benda yang lebih besar. Itulah sebabnya kebanyakan partikel hanya berukuran beberapa sentimeter.
Bagaimanapun, sebagian besar satelit alam-satelit alam Saturnus berada di luar batas Roche, sehingga mereka dapat berkumpul bersama.

Cincin Saturnus terutama tersusun oleh partikel-partikel es dan batu. Cincin cincin Saturnus terlihat berada dalam satu luasan yang lebar dan serupa pita berwarna, tapi sebenarnya antarcincin terpisah oleh pita kecil. Ukuran partikel penyusun cincin beragam, dari beberapa sentimeter sampai lebih dari satu kilometer.

Cincin Saturnus merupakan lapisan yang luar biasa tipis. Cincin yang diameternya mencapai 250.000 km atau lebih ini mempunyai ketebalan yang tidak lebih dari 1 km! Meskipun memberikan penampakan yang mengesankan, sesungguhnya.

cincin Saturnus hanya mengandung sedikit material. Jika cincin-cincin Saturnus
dipadatkan maka diperoleh sebuah benda yang membentang tidak lebih dari 100 km.

Lalu, mengapa lapisan cincin Saturnus yang sangat tipis dapat terlihat begitu indah? Partikel-partikel es dalam cincin membentuk efek pelangi seperti semprotan
warna yang terpancar dari Matahari. Sinar Matahari dibiaskan oleh partikel partikel es sehingga memberikan penampakan warna yang begitu indah.

Banyak orang yang terpesona dengan keindahan cincin Saturnus. Meskipun
Saturnus bukan satu-satunya planet bercincin, tetapi Saturnus merupakan planet terkenal di antara planet-planet bercincin.

Satelit-satelit Alam Saturnus


Titans,Satelit Alam Ber-Atmosfer



Titan ditemukan oleh astronom Belanda Christian Huygens pada tahun1655.Titan
merupakan satelit alam Saturnus yang terbesar.DiameterTitan mencapai 5.150.kilometer. 

Titan lebih besar daripada Merkurius dan Pluto. Titan mengorbit Saturnus pada jarak 1.221.830 kilometer.
Titan memiliki atmosfer seperti Bumi. Atmosfer Titan sebagian besar tersusun atas Nitrogen. 

Titan merupakan satelit alam yang memiliki atmosfer yang tebal. Tekanan atmosfer Titan kira-kira 60 persen lebih banyak daripada tekanan atmosfer Bumi di atas permukaan laut, kira-kira sama dengan tekanan di dasar kolam renang. Permukaan Titan cukup dingin. Suhunya mencapai 178 derajat celcius di bawah nol.


Tethys



Sci-News.com

ditemukan oleh Giovanni Cassini pada tahun 1864. Tethys memiliki kepadatan
1,2 gram/cm3 . Kepadatan ini menandakan hampir seluruhnya Tethys tersusun dari
air beku (es). Permukaan Tethys dipenuhi kawah dan rekahan-rekahan yang
merupakan patahan es.

Di pemukaan Tethys terdapat palung yang panjangnya mencapai 65 kilometer. Suhu permukaan Tethys mencapai 187 derajat di bawah nol.

Rhea



solarsystem.nasa.gov

Rhea ditemukan pada tahun 1672 oleh Giovanni Cassini. Rhea tidak memiliki atmosfer dan permukaannya diselimuti es. Dengan kepadatan hanya 1,33 gram/cm3
,menandakan Rheaa terususun sebagian besar atas air beku atau es.

Susunan Rheaa hampir sama dengan Dionee. Suhu permukaan Rheaa yang menghadap Matahari sebesar 174 derajat celcius di bawah nol, sedangkan permukaan yang tidak terkena cahaya Matahari 200 derajat celcius di bawah nol.

Dione


britannica.com

Dione ditemukan pada tahun 1684 oleh Giovanni Cassini. Sebagian besar tubuh Rhea tersusun atas es. Kepadatannya hanya sekitar 1,43 gram/cm3 . Beberapa daratan
Rhea dipenuhi kawah dan beberapa tidak. Permukaan Rhea yang dipenuhi kawah
memiliki kawah dengan garis tengah lebih dari 30 kilometer.

Dan masih banyak lagi satelit yang dimiliki saturnus.


Kaskus

Penutup

Sampai sudah di penghujung laman ini.Ayok baca pengetahuan menarik lainya seputar Science disini. Sekian Terimakasih
...

Referesi :
https://space-facts.com/saturn/

Ikhlasul-pgsd-fip-uny/iad

-Satelit Alam Saturnus
-Astronmy planet saturnus